Selamat Datang

Museum Purbakala

Menghidupkan Warisan Purbakala Menyampaikan Kisah yang Terpahat di Dalam Waktu
Booking kunjungan
Berita Museum
SMK Negeri 2 Limboto Menjadi Tuan Rumah Museum keliling
  Melalui agenda sosialisasi Museum Keliling, Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan (DIKBUD) Provinsi Gorontalo, Rusli Wahjudewey Nusi, mengajak para siswa untuk ikut mensosialisasikan pentingnya mengenal budaya leluhur. Agenda sosialisasi tersebut dilaksankan oleh UPT Museum Purbakala DIKBUD Provinsi Gorontalo, di SMK Negeri 2 Limboto, Selasa (18/07/2023). Rusli Wahjudewey menjelaskan, sosialisasi Museum ini merupakan hal yang penting bagi pelajar maupun masyarakat luas pada umumnya, karena Nusi menilai masih banyak masyarakat yang belum mengenal Museum di Gorontalo. “Ini sangat penting ya, ini merupakan cara kita untuk lebih mengenalkan Museum kepada anak-anak, karena masih banyak di antara mereka yang belum tertarik dengan Museum,” terang Rusli. https://prosesnews.id/rusli-nusi-kenalkan-budaya-adat-istiadat-melalui-museum-keliling/ Sumber : RosesNew ID
Read More
Belajar Bersama di Museum Hari Keempat - Belajar Membuat Makanan Khas Dumalo

Kegiatan keempat Belajar bersama membuat makanan khas Dumalo, Jum'at (17/03/2023). Foto - Dok. Museum 2023

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui UPTD Museum Purbakala mengadakan Kegiatan Belajar Bersama. Salah satu kegiatan yang  dimaksud adalah kegiatan Belajar Bersama di Museum. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan museum Gorontalo lebih luas ke masyarakat sebagaimana amanat PP No. 66 tahun 2015 “Museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat”. Pemilihan kegiatan belajar bersama “Membuat Makanan Khas Dumalo” sangat penting mengingat perkembangan era digital menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal. Dumalo merupakan salah satu penganan khas Gorontalo. Dumalo dibuat dari tepung beras, gula, air secukupnya dan minyak goreng. Alat penunjang pembuatan Dumalo berupa wajan, batok kelapa yang bagian bawahnya sudah dibuat beberapa lobang kecil. Takaran bahan untuk membuat Dumalo adalah tepung beras sebanyak 2 liter, gula setengah kilogram dan air secukupnya.

Cara membuat:

  • Bahan-bahan dicampur dan diaduk hingga rata, sebelum dimasukkan dalam batok kelapa yang sudah disediakan.
  • Selanjutnya adonan kental dimasukan ke dalam batok kelapa, lalu adonan kue mengalir melalui lubang-lubang tempurung ke wajan yang panas yang berisi minyak kelapa, sambil tempurung terus digoyang tanpa henti untuk membuat bentuk-bentuk unik. Setelah dirasakan cukup, tempurung diangkat dari atas wajan.
  • Adonan yang berbentuk unik saling bertaut di atas wajan panas, sebelum mengeras lalu dilipat dengan menggunakan penjepit bambu menjadi bentuk empat persegi panjang. Dumalo yang berwarna kecoklatan dibiarkan dalam minyak panas hingga mengeras untuk memastikan kematangannya.
  • Dumalo yang matang lalu ditiriskan agar minyak menetes dan diangkat. Sebelum dimasukkan toples untuk disimpan, Dumalo yang renyah ini dibiarkan sejenak di ruang terbuka.
Keingintahuan mereka terhadap hal-hal demikian sangat rendah apalagi didukung oleh terbatasnya orang yang ahli dan bisa mengajarkan kepada mereka keterampilan dalam hal tersebut. Kegiatan ini juga didasarkan pada semangat untuk terus melestarikan budaya Gorontalo warisan nenek moyang yang semakin tergerus oleh perkembangan zaman. Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar semangant untuk menunjukkan minat generasi muda khususnya pelajar SMA/SMK/MA untuk mempelajari sejarah budaya Gorontalo dengan cara yang lebih menyenangkan. Di samping itu juga untuk mengenalkan Museum Provinsi Gorontalo kepada seluruh masyarakat agar mereka tergerak hatinya untuk berkunjung dan mengenal sejarah serta budaya Gorontalo. Peserta kegiatan ini berjumlah 50 (lima puluh) orang siswa SMA/SMK/MA yang merupakan perwakilan dari 6 (enam) kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. Penentuan perwakilan peserta diserahkan sepenuhnya ke masing-masing MKKS kabupaten / kota. Hasil yang diharapkan dari kegiatan Belajar Bersama di Museum “Membuat Makanan Khas Dumalo” ini adalah terwujudnya generasi muda yang mengenal dan mencintai warisan budaya Gorontalo. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat melibatkan lebih banyak peserta agar harapan untuk regenerasi penutur tradisi lisan Dikili di Gorontalo lebih optimal. Begitu pula untuk waktunya diperpanjang agar para peserta bisa menyerap lebih banyak ilmu dari narasumber.  
Read More
Penjagub Apresiasi Lomba Edukatif Kultural Museum, Lestarikan Budaya dan Sejarah Gorontalo
Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya mengapresiasi lomba edukativ kultural museum yang di gagas Dinas Pendidikan dan kebudayaan dalam rangka memeperingati hari ulangtahun ke 78 RI, kegiatan tersebut di buka langsung secara resmi oleh Penjagub yang berlangsung di Museum Purbakala Kota Gorontalo Rabu Malam, dalam sambutanya Ismail menyambut positif lomba lomba yang di pertandingkan dalam kegiatan tersebut, salah satu yang menarik perhatian penjabut yakni lomba paiya hungolopoli yang merupakan salah satu kesenian Tradisional Gorontalo, Menurutnya di tengah perkembangan zaman saat ini, minat generasi muda untuk memepelajari music tradisional maupun bahasa daerah semakin berkurang olehnya melalui lomba ini di harapkan pengetahuan dan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Gorontalo semakin meningkat bahkan sebagai bentuk apresisasi penjagub mengundang para peserta paiya hungolopoli untuk pentas di Rumah Dinas Gubernur ujar Ismail. Sumber: Radio Suara Rakyat Hulothalo https://www.facebook.com/suararh/videos/237337899259103/?extid=CL-UNK-UNK-UNK-AN_GK0T-GK1C&mibextid=2JQ9oc
Read More
Belajar Bersama di Museum Hari Ketiga - Belajar Lihuta Lo Rabana

Kegiatan Belajar bersama Lihuta Lo Rabana, Kamis (16/03/2023). Foto - Dok. Museum 2023

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui UPTD Museum Purbakala mengadakan Kegiatan Belajar Bersama. Salah satu kegiatan yang  dimaksud adalah kegiatan Belajar Bersama di Museum. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan museum Gorontalo lebih luas ke masyarakat sebagaimana amanat PP No. 66 tahun 2015 “Museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat”. Pemilihan kegiatan belajar bersama “Lihuta lo Rabana” sangat penting mengingat perkembangan era digital menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal. Lihuta lo Rabana merupakan kesenian khas Gorontalo yang menunjukkan kemampuan dalam memainkan rebana. Keingintahuan mereka terhadap hal-hal demikian sangat rendah apalagi didukung oleh terbatasnya orang yang ahli dan bisa mengajarkan kepada mereka keterampilan dalam hal tersebut. Kegiatan ini juga didasarkan pada semangat untuk terus melestarikan budaya Gorontalo warisan nenek moyang yang semakin tergerus oleh perkembangan zaman. Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar semangant untuk menunjukkan minat generasi muda khususnya pelajar SMA/SMK/MA untuk mempelajari sejarah budaya Gorontalo dengan cara yang lebih menyenangkan. Di samping itu juga untuk mengenalkan Museum Provinsi Gorontalo kepada seluruh masyarakat agar mereka tergerak hatinya untuk berkunjung dan mengenal sejarah serta budaya Gorontalo. Peserta kegiatan ini berjumlah 50 (lima puluh) orang siswa SMA/SMK/MA yang merupakan perwakilan dari 6 (enam) kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. Penentuan perwakilan peserta diserahkan sepenuhnya ke masing-masing MKKS kabupaten / kota. Hasil yang diharapkan dari kegiatan Belajar Bersama di Museum “Lihuta lo Rabana” ini adalah terwujudnya generasi muda yang mengenal dan mencintai warisan budaya Gorontalo. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat melibatkan lebih banyak peserta agar harapan untuk regenerasi pemain Lihuta lo Rabana di Gorontalo lebih optimal. Begitu pula untuk waktunya diperpanjang agar para peserta bisa menyerap lebih banyak ilmu dari narasumber.
Read More
Belajar Bersama di Museum Hari Kedua - Belajar Tidi Da'a

                                                              Kegiatan kedua Belajar bersama Tidi Da'a Rabu (15/03/2023). Foto - Dok. Museum 2023

Seni Tari adalah bentuk bentuk penyampaian jiwa manusia melalui gerak-gerak ritme yang indah. Dari batasan di atas ada tiga hal yang menonjol dan penting yaitu : gerakan, ritme, indah dan luwes, disamping ekspresi manusianya. Oleh sebab itu, kita perlu memahami ketiga hal tersebut di atas agar dalam mencipta tari, sesuai alur tersebut, ditunjang oleh ekspresi pelakunya. Tidi berarti tari, kata tidi hanya menguatkan klasik tariannya. Dari busana, gerakan tari, formasi tari, alat tari, semuanya bernilai moral, sehingga tarian ini tidak dibenarkan direkayasa. Mengubah busana, gerakan dan formasi berarti merubah makna. Tidi lahir sejak zaman pemerintahan Raja Eyato, tahun 1672 ketika syiar Islam menguat di Kerajaan Gorontalo sesuai dengan falsafah adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan kitabullah (Al-Qur’an), maka makna busana, gerakan tari, formasi, tabuhan rebana disesuaikan dengan nilai agama Islam (Syare’at) dan nilai moral serta nilai didik. Tidi Da’a ini memiliki Gerakan yang telah ditata oleh adat dengan Gerakan yang bernilai moral yang tertulis pada Gerakan-geraknnya sebagai berikut : 1) Gerakan penghormatan kepada hadirin utamanya kerabat/keluarga, para pemangku adat, para syara’ dan para bubato. 2) Gerakan memohon petunjuk dari Allah SWT. 3) Gerakan memohon restu dengan jalan mengelilingi ladenga 4) Gerakan memohon ampun atas segala dosa/kesalahannya sejak lahir sampai alam rumah tangga. 5) Gerakan memohon restu kepada keluarga kedua belah pihak bahwa calom mempelai wanita menjadi anggota keluarga calon mempelai pria 6) Penghormatan bahwa pelaksanaan Tidi Da’a telah selesai. Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar semangat untuk menunjukkan minat generasi muda khususnya pelajar SMA/SMK/MA untuk mempelajari sejarah budaya Gorontalo dengan cara yang lebih menyenangkan. Di samping itu juga untuk mengenalkan Museum Provinsi Gorontalo kepada seluruh masyarakat agar mereka tergerak hatinya untuk berkunjung dan mengenal sejarah serta budaya Gorontalo.  Hasil yang diharapkandari kegiatan Belajar Bersama di Museum Tidi Da'a ini adalah terwujudnya generasi muda yang mengenal dan mencintai warisan budaya Gorontalo.    
Read More
UPTD Museum Purbakala Gorontalo Gelar Lomba Video
Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Museum Purbakala Gorontalo menggelar lomba video, Selasa (8/8/2023). Video untuk promosi museum purbakala Popa Eyato itu diharapkan bisa memperkenalkan ragam koleksi dan menarik minat generasi muda. Kepala UPTD Museum Purbakala Mely Mohamad menjelaskan, lomba video merupakan rangkaian dari berbagai lomba memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ada 27 peserta yang mememasukkan karya dari pelajar dan umum dan dinilai enam video terbaik. "Lomba ini dalam rangka memeriahkan HUT ke-78 RI semuanya bertemakan museum. Baik lomba monolog, lomba video, lomba menggambar koleksi museum cerdas cermat dan lomba tari," kata Mely. Pihaknya berharap kegiatan ini lebih mengenalkan museum purbakala Popa Eyato kepada masyarakat. Hasil lomba akan dijadikan materi sosialisasi untuk menarik minat warga khususnya generasi muda. "Harapan kami masyarakat luas maupun siswa siswi bisa mengenal adat budaya Gorontalo dan keberadaan museum dengan koleksi di dalamnya. Museum ini merupakan satu satunya museum di Gorontalo," imbuhnya. Selain lomba video museum, UPTD juga menggelar enam lomba lainnya yakni festival band tanggal 2 Agustus, lomba Paiya Hungolopoli tanggal 2-3 Agustus dan Lomba Monolog Koleksi Museum tanggal 7 Agustus 2023. Ada juga lomba melukis koleksi museum tanggal 9 Agustus, lomba cerdas cermat museum tanggal 10 Agustus serta lomba tari SLB tanggal 11 Agustus 2023. (mcgorontaloprov/isam) sumber: Info Publik https://www.infopublik.id/kategori/nusantara/766964/uptd-museum-purbakala-gorontalo-gelar-lomba-video
Read More
Belajar Bersama di Museum Hari Pertama - Belajar Tradisi Lisan "Dikili"

                                                                           Kegiatan Belajar bersama Dikili, Selasa (14/03/2023). Foto - Dok. Museum 2023

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui UPTD Museum Purbakala mengadakan Kegiatan Belajar Bersama. Salah satu kegiatan yang  dimaksud adalah kegiatan Belajar Bersama di Museum. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan museum Gorontalo lebih luas ke masyarakat sebagaimana amanat PP No. 66 tahun 2015 “Museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat”. Pemilihan kegiatan belajar bersama “Tradisi Lisan Dikili” sangat penting mengingat perkembangan era digital menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal. Keingintahuan mereka terhadap hal-hal demikian sangat rendah apalagi didukung oleh terbatasnya orang yang ahli dan bisa mengajarkan kepada mereka keterampilan dalam hal tersebut. Kegiatan ini juga didasarkan pada semangat untuk terus melestarikan budaya Gorontalo warisan nenek moyang yang semakin tergerus oleh perkembangan zaman. Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar semangant untuk menunjukkan minat generasi muda khususnya pelajar SMA/SMK/MA untuk mempelajari sejarah budaya Gorontalo dengan cara yang lebih menyenangkan. Di samping itu juga untuk mengenalkan Museum Provinsi Gorontalo kepada seluruh masyarakat agar mereka tergerak hatinya untuk berkunjung dan mengenal sejarah serta budaya Gorontalo. Peserta kegiatan ini berjumlah 50 (lima puluh) orang siswa SMA/SMK/MA yang merupakan perwakilan dari 6 (enam) kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. Penentuan perwakilan peserta diserahkan sepenuhnya ke masing-masing MKKS kabupaten / kota.  Hasil yang diharapkan dari kegiatan Belajar Bersama di Museum “Tradisi Lisan Dikili” ini adalah terwujudnya generasi muda yang mengenal dan mencintai warisan budaya Gorontalo. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat melibatkan lebih banyak peserta agar harapan untuk regenerasi penutur tradisi lisan Dikili di Gorontalo lebih optimal. Begitu pula untuk waktunya diperpanjang agar para peserta bisa menyerap lebih banyak ilmu dari narasumber.     
Read More
27 Karya Ikut Lomba Museum, Berikut Daftar Pemenang
Lomba museum mendapat respon positif warga ada 27 karya yang terkumpul dan di lakukan penilaian oleh dewan juri, penjurian di lakukan satu persatu video yang di lombakan, para peserta dari kategori umum dan perwakilan sekolah di undang sekaligus menyaksikan hasil kejuaran, kepala UPTD Museum Purbakala Melly Muhammad berharap lomba ini bisa semakin memperkennalkan eksistensi museum kepada masyarakat termaksud mengugah generasi muda untuk mengetahui koleksi sejarah gorontalo. Hasil video menetapkan 6 video sebagai juaranya, berikut ini pemenang lomba video museum 2023 : juara :
  1. Rasyid sangadi
  2. Royis ahasi
  3. Desi Mustafa
Harapan 1 : nanda harigi 2 : nadin darise 3 : aulia abi hardanu Sumber : Radio Suara Rakyat Hulothalo https://www.facebook.com/suararh/videos/1016100819395890/?extid=WA-UNK-UNK-UNK-AN_GK0T-GK1C&mibextid=2JQ9oc
Read More
UPTD Museum Purbakala Gorontalo Promosi Koleksi Lewat Lomba Video
  UPTD museum gorontalo menggelar lomba video dalam rangka mempromosikan museum purbakala provinsi Gorontalo pada selasa pagi, lomba ini bisa memperkenalkan ragam koleksi dan menik minat pemuda , Kepala UPTD museum Melly Muhammad menjelaskan lomba videi merupakan rangkaian dari berbagai lomba memperingati HUT Indonesia ke 78 .Dalam lomba ini ada 27 peserta terdiri dari pelajar dan umum yang memasukan karyanya dan di nilai 6  video terbaik. Hasil lomba akan menjadi materi sosialisasi untuk menarik  minat khususnya bagi masyarakat generasi muda gorontalo. “dengan adanya lomba ini masyarakat luas maupun siswa siswi SMA/SMK se- provinsi gorontalo lebih mengenal adat budaya masyarakat gorontalo dan juga mengenal keberadaan museum dan koleksi koleksi yang ada di dalamnya, karna museum purbakala adalah satu satunya museum yang ada di Provinsi Gorontalo Ujar Melly. selengkapnya ; https://www.facebook.com/suararh/videos/330250856005783/?extid=WA-UNK-UNK-UNK-AN_GK0T-GK1C&mibextid=2JQ9oc sumber : Radio Suara Rakyat Hulonthalo
Read More
Olahraga Tradisional Semarakkan Haornas 2023
Dalam rangka sosialisasi museum dan menyemarakkan Hari Olahraga Nasional, UPTD Museum Purbakala Gorontalo  lomba olahraga tradisional hadang dan Enggrang yang dipusatkan di halaman kantor UPTD Museum Purbakala Gorontalo. Kegiatan lomba tradisional Enggrang dan hadang kategori SMP dan sederajat ada pula lomba hadang di peruntukan bagi siwi siswi  dan cabor enggran bagi siswa laki laki, ada diikuti 16 peserta dari tiga kabupaten kota terdekat. Kegiatan yang dibuka langsung Kadis Dikbud Provinsi Gorontalo, Ir. Rusli Wahjudewey Nusi, MT, MM . "Kegiatan-kegiatan ini kami laksanakan disamping untuk mensosialisasikan museum ke masyarakat juga sebagai strategi promosi museum agar menarik minat masyarakat khususnya generasi muda untuk mengunjungi museum semakin bertambah,” jelasnya. https://tatiye.id/olahraga-tradisional-semarakkan-haornas-dan-sosialisasi-museum-2023/
Read More

Koleksi

Koleksi museum purbakala mengungkap keajaiban masa lalu melalui artefak yang dipajang dengan megah, membangkitkan rasa kagum pada ketekunan manusia dalam mewariskan warisan budaya.
14 November 2021
Wonthuwo Pangimba

    Wontuwo Pangimba atau tolu adalah topi yang biasanya digunakan masyarakat Gorontalo saat bersawah/berkebun. Wontuwo berbahan dasar daun woka (Livistona altissima) kering yang dianyam. Bentuknya sangat mirip dengan topi tradisional petani Indonesia. Wontuwo Pangimba berfungsi sebagai alat pelindung dari terik matahari dan hujan.

14 November 2021
Wonthuwo Bulalo
13 November 2021
Wamilo Bengeyadu (replika)

Sejenis parang dengan mata besi berbentuk panjang rata dan salah satu sisinya tajam. Pandungo terbuat dari kayu kuning (Munggudu) berukuran ± 8 cm dan agak bengkok sedikit. Sarung kayu dari kayu kuning sebagai pasangan Wamilo bermakna lembut dan bahagia. Maksudnya dengan Wamilo, orang bisa merasa lembut, aman dan merasa tidak terganggu oleh apapun.

13 November 2021
Wamilo (replika)
Sosial Media
Kontak Kami

Alamat

Jl. By Pass, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo 96113

Jadwal Kunjungan

Senin s.d Jum’at : 08.00 s.d 16.30 WITA
Hari Sabtu, Minggu dan Libur Nasional Tutup
Harga Tiket Museum : -
Booking kunjungan

Telpon

0852-4062-9667
0811-4319-455

Museum

Pemenrintahan Provinsi Gorontalo
Creat by Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram