Replika Kerangka Manusia Oluhuta
Berdasarkan pendugaan periode hidupnya yang tergolong zaman Holosen dan terbilang masih sangat muda (sekitar 800 tahun yang lalu), manusia Oluhuta tidak dapat dikategorikan sebagai spesies manusia purba atau manusia prasejarah seperti Homo erectus atau Homo floresiensis yang lebih dulu ditemukan di wilayah Indonesia, melainkan tergolong dalam spesies Homo sapiens modern. Hal ini juga didukung oleh data perbandingan bentuk tengkorak manusia Oluhuta dengan tengkorak dari beberapa spesies manusia dari Genus Homo di Indonesia (Rudin & Jati, 2021; Sutikna et al., 2016; Widianto & Noerwidi, 2023). Tengkorak manusia Oluhuta (Rangka IX) memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan Homo sapiens sapiens (manusia modern), terutama dari bentuk tengkorak yang membulat, dahi tinggi, wajah relatif kecil, dan tulang hidung yang menonjol. Struktur & bentuk tulang pada sisa kerangka dapat memberikan informasi mengenai penyakit, kelainan tulang, atau tanda trauma pada seseorang semasa hidupnya atau menjelang kematiannya. Berdasarkan hasil identifikasi morfoskopik tampak bahwa Rangka IX mengalami kelainan tulang belakang skoliosis (bentuk S). Mengingat kondisi penemuan Rangka IX saat ekskavasi berada dalam posisi normal dan baik (mendatar di tanah), maka dapat dipastikan bahwa kondisi skoliosis pada Rangka IX bukan disebabkan perubahan pascakematian (postmortem), melainkan kondisi tulang belakang semasa hidupnya. Replika kerangka memiliki ukuran panjang 170cm; lebar dada 38cm; panjang tulang lengan 30cm; panjang tulang paha 39cm, dan panjang tulang kaki 36cm. dengan orientasi atau arah hadap Timur-Barat artinya posisi kepala di bagian Barat dan posisi kaki di bagian Timur dengan posisi kepala menghadap ke gunung. Kerangka manusia ditemukan pada kegiatan ekskavasi dengan kedalaman ± 105cm. Selain kerangka manusia juga ditemukan bekal kubur. Kerangka asli manusia Oluhuta ditemukan di Desa Oluhuta, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan pandangan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.