LUKISAN CINCIN BERTUAH
Catatan sejarah memperlihatkan bahwa pada awal perkembangan kerajaan Gorontalo dan kerajaan Limboto pernah dilanda perang saudara yang menghabiskan waktu hampir dua abad (kira-kira dari tahun 1485-1672). Perang saudara diakhiri dengan suatu perjanjian perdamaian yang dipelopori oleh Khatibi Daβa Eyato dari Gorontalo dan Hohuhu Popa dari Limboto. Perjanjian perdamaian itu dituangkan dalam suatu naskah yang ditandatangani oleh kedua tokoh tersebut pada hari Sabtu, 12 Syaβban 1084 Hijriah (1673 Masehi), di mana perjanjian itu dikenal dengan sebutan Janjia Lo u Duluwo (perjanjian dwi tunggal), antara kerajaan Gorontalo dan Limboto.
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan pandangan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.