Sepeda Ontel
Kata βOnthelβ merupakan sebuah istilah dari bahasa Jawa yang berarti putar, kayuh, genjot. Ontel pada awalnya digunakan untuk menyebut semua benda yang bergerak memutar. Namun, sebutan Ontel bagi orang Jawa sangat diidentikkan dengan sebuah alat transportasi sepeda tua, yang mana digerakkan oleh tenaga manusia dengan cara mengayuh. Setelah sepeda tersebut dikayuh, maka rodanya akan berputar. Kecepatan laju sepeda tergantung pada kecepatan kaki dari pengendaranya (Saimima, Sugianto, Anam dan Wiratman, 2015: 21 dalam Rahayu, 2020: 27). Sepeda ontel terdiri dari komponen utama dan komponen penunjang. Komponen utama berfungsi untuk menopang atau tumpuan, sedangkan komponen penunjang ialah pelengkap. Komponen penunjang termasuk di dalamnya ialah aksesoris sepeda ontel. Komponen sepeda tersebut umumnya terbuat dari bahan besi atau aluminium. Terdapat beberapa komponen lain yang tidak terbuat dari besi ialah ban serta pelana. Secara teknis, sepeda ini tercatat sebagai NSU Tourenrad Modell 55, dengan ciri rangka melengkung dan hub belakang Torpedo bertanda Reichenbach serta angka 53 dan 40. Keberadaan iklan yang menunjukkan pemasaran jenis sepeda ini di Jerman dan Belanda turut memberikan gambaran tentang asal dan persebarannya sebelum sampai ke Indonesia. Riwayat kepemilikannya yang jelas, dari keluarga Liputo-Katili hingga akhirnya dihibahkan kepada museum, membuat sepeda ini memiliki nilai lebih dari sekadar benda transportasi. Ia menjadi bagian dari cerita tentang keluarga, pendidikan, teknologi, dan perjalanan masyarakat Gorontalo pada masa lalu.
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan pandangan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.