Baju adat Mohuntingo (Aqiqah/Gunting Rambut)
Baju adat yang digunakan anak-anak (bayi) pada saat acara adat Mohuntingo (Aqiqah). Mohuntingo merupakan bagian dari menjalankan syare’at Islam yang di Gorontalo dipahami sebagai bagian dari pelaksanaan prinsip adat yang dikenal dengan “adati hula-hula’a to sara’a, sara’a hula-hula’a to kuru;ani atau adat bersendikan syara, dan syara’ bersendikan al-qur’an, oleh sebab itu setiap anggota masyarakat suku Gorontalo sebagai Muslim sejati, wajib melaksanakannya. Sebagai syukuran atas kebahagiaan yang dilimpahkan Allah, dengan menitipkan amanahnya kepada kedua orang tua, yang ditandai dengan aqiqah. Tahap-tahap upacara itu adalah: 1. Tahapan memaklumkan; Bila undangan telah hadir terutama para petugas upacara seperti hatibi, imam, serta pemerintah yang dipercayai akan memaklmkan kepada petugas bahwa bohu lo hundingo akan dimulai. Bohu lo huntingo akan dinyatakan dimulai bila semua perlengkapan telah tersedia; 2. Tahap penyetujuan; Tahap pemaklumatan akan disetujui oleh petugas bila tidak ada masalah-masalah lain yang bisa menghambat upacara. 3. Tahap doa; Doa akan dilaksanakan bila dipersilahkan oleh petugas atau pelaksana upacara. Doa upacara terbagi dua, yaitu doa berupa shalawat dan doa berupa pelaguan bahasa upacara. 4. Tahap pengguntingan; Tahap ini dimulai dengan pelaguan bahasa upacara dan pengarakan anak. Anak diarak sambil dipayungi, kemudian diserahkan kepada petugas yang akan melakukan pengguntingan. 5. Tahap pengusapan kening; Pengusapan kening dilakukan setelah tahap pengguntingan. Dalam hal ini setiap hadirin wajib mengusap kening anak sambil berdiri. 6. Tahap akhir/pemulangan; Anak akan dipulangkan ke tempatnya, sedangkan hadirin boleh duduk kembali. Setelah itu doa akan dilakukan berupa doa shalawat serta pemotongan hewan kurban serta pembagiannya kepada fakir miskin atau anak yatim. Sumber : - https://kebudayaan.kemdikbud.go.id - https://steemit.com/indonesia/@armour/tradisi-hundingo-potong-rambut-di-gorontalo
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan pandangan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.