Madipungu
Merupakan pakaian adat gorontalo yang juga digunakan pada acara akad nikah, biasanya wanita menggunakan pakaian adat madipungu, Bo’o tunggohu atau bisa juga baju galenggo. Yang membedakan adalah pada bagian panjang dan pendeknya lengan dari baju. Blus bagian atas pakai tambio sesuai keindahan, pakai kucubu dada pendek, kucubu lengan, gelang pendek. Calon pengantin perempuan pada acara adat khatam Al-Quran dan saat melaksanakan tari tidi. Unsur-unsur desain busana madipungu terdiri dari hiasan kepala menggunakan sunthi, blus, penutup dada, penutup tangan, gelang, dan menggunakan rok. Berikut penjelasan mengenai struktur dan penjelasan dari Busana Adat Madipungu. Struktur busana bagian atas (kepala) busana madipungu adalah sunthi berbentuk bunga seruni. Bunga seruni disebut juga bunga krisan, merupakan tanaman hias yang berasal dari dataran Cina. Selama bertahun-tahun, bunga seruni dilambangkan sebagai bentuk kekaguman dan pujian. Sebagian negara memiliki simbol tersendiri pada bunga seruni, seperti di Cina sebagai simbol kebangsawanan, di Jepang dipercaya dapat memanjangkan umur dan sebagai simbol matahari di negeri Sakura, dan di Chicago lambang keceriaan. Masyarakat Gorontalo sendiri mempercayai bunga seruni banyak memberi manfaat, sebagaimana fungsi sebenarnya dapat digunakan sebagai ramuan obat. Aspek bentuk bagian tengah atau bagian badan busana madipungu terdiri dari baju kurung (bo’o galenggo), penutup dada (kucubu lo duhelo), penutup tangan (kucubu lo ulu’u), dan gelang lebar (pateda).
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan pandangan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.