Sumala
Sejenis pedang panjang dengan mata besi berbentuk panjang lurus, ujungnya agak lebar dari pangkalnya dan tajam pada satu sisi saja. Pandungo terbuat dari kayu hitam berukiran mulut buaya. Makna ukiran tersebut adalah pemegang Sumala buas seperti buaya. Sumala menggunakan pasangan sarung dari kayu hitam berukiran cakar-cakar kaki (kuku kaki) buaya yang bermakna Sumala tidak boleh dipegang oleh sembarangan orang, karena cakar kaki buaya tidak setiap saat digunakan untuk berjalan atau menggali liang telurnya. Ujung bawah sarung berbentuk seperti segi empat tidak berukir yang bermakna bahwa 4 penjuru mata angin (utara, selatan, timur, barat) akan menjadi aman jika semua orang berlindung di bawah kekuasaan Sumala. Kesaktiannya yang dimiliki oleh Sumala yaitu ketika digunakan untuk menyerang lawan, jika diacungkan menebas, kena atau tidak kena pasti lawannya mati. Senjata ini jika tidak diramu dengan kemenyan (dupa bakar) atau totabu dan alama dibakar pada bara (api) tempurung di atas Polutube setiap malam Jumβat maka ketajaman besinya akan berkurang sehingga tidak mampu menyerang musuh. Sumala memiliki beberapa pantangan, yaitu tidak boleh disimpan di sembarang tempat, tidak boleh dipegang sembarangan, tidak boleh diasah selain pada bulan purnama (bulan 15 hari di langit) dan tidak boleh disentuh/dipegang oleh wanita).
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan pandangan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.