Foto Raja Zainal Abidin Monoarfa 1870

A
Administrator
09 September 2026
Foto Raja Zainal Abidin Monoarfa 1870

"Portret van Monoarfa, Radja van Gorontalo", foto Raja van Monoarfa tahun 1872, Raja Zainal Abidin Al-Habsyi Monoarfa/Raja Gorontalo To Tilayo (1859-1878). Raja terakhir Gorontalo, meninggal Maret 1878; selanjutnya Gorontalo di bawah kekuasaan Kolonial Belanda menjadi afdeelingGorontalo dengan Asisten Residen sebagai penguasa. KITLV 155840. Setelah meninggalnya Raja Abdullah Monoarfa yang bergelar Ta To Masjidi kekuasan pribumi dijabat Raja Zainal Abidin Monoarfa dan dialah sebagai Raja terakhir dalam sejarah pemerintahan kerajaan Gorontalo. Pada masa kekuasaannya kedudukan kerajaan mengalami kemerosotan kekuasaan, sehingga perlahan kekuasaan cenderung dilaksanakan dalam setiap distrik, sehingga walaupun peralihan pemerintahan wulea lipu dijabat pada para marsaoleh di dalam distrik, tetapi kekuasaan raja masih berpengaruh kuat dalam pemerintahan pribumi secara umum. Raja masih mendapat legitimasi dari rakyat dengan dukungan dari para pembesar kerajaan. Iskandar Monoarfa adalah raja yang memerintah kerajaan Gorontalo setelah raja Botutihe. Selama pemerintahannya Iskandar Monoarfa menentang kontrak-kontrak yang dilakukan oleh Kompeni. Karena sikapnya yang demikian maka pada tahun 1758 Ia ditangkap dan ditahan oleh Gubernur Maluku Abraham Abeleven di Ternate. Secara otomatis jabatannya sebagai raja harus dicopot. Akan tetapi setelah kedudukan Abraham digantikan oleh Jacob van Schoonderwoert sebagai Gubernur Iskandar Monoarfa dikembalikan ke jabatan sebelumnya. Selain Iskandar Monoarfa ada juga raja Walangadi II selaku raja di Gorontalo Utara. "Datangnya Gubernur Paulus Jacob Valckenaer pada tahun 1776 diadakan kontrak baru dengan kedua raja tersebut. Isi dari kontrak tersebut adalah kedua raja Gorontalo harus menjamin pemasukan emas yang bernilai dua ratus ribu ringgit selama lima tahun. Kedua raja tersebut harus menindaki kepala-kepala negeri yang alpa memasukan emas pada waktunya dan harus mencegah pelayaran gelap di Teluk Tomini. Iskandar Monoarfa tidak melaksanakan kontrak tersebut malahan bersikap melawan. Akhirnya pada tahun 1777 Ia ditangkap untuk kedua kalinya dan diasingkan ke Ternate. Setelah penangkapan tersebut Iskandar Monoarfa tidak lagi menjadi raja di Gorontalo. "

Komentar & Diskusi

0 tanggapan

Sampaikan pandangan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.

Belum ada komentar pada konten ini.

Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.

Tulis Komentar

Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.

Email Anda dirahasiakan dan tidak dipublikasikan.

0 / 2000
Dilindungi sistem verifikasi & moderasi operator resmi.

Informasi lainnya yang relevan untuk Anda

Lihat Seluruhnya