Foto Seorang Penari Tahun 1863-1864

A
Administrator
09 September 2026
Foto Seorang Penari Tahun 1863-1864

Foto Seorang Penari yang dipublikasikan dalam tulisan H. von Rosenberg "Tanah dan Masyarakat dalam Gambaran yang dikumpulkan selama 30 Tahun Tinggal di Koloni". KITLV 36A137. Ada beberapa tarian adat Gorontalo yang dikenal di masyarakat, salah satunya adalah tarian Tidi atau dikenal dengan Mopotidi yang artinya melaksanakan acara tarian Tidi. Acara ini berdasarkan atas permintaan pengantin laki-laki. Disamping itu, dalam tarian ini ada yang dikenal dengan Motidi yang artinya menari tarian klasik yang telah diciptakan oleh para leluhur kita, tarian Tidi ada beragam-ragam, diantaranya: a) Tidi Da’a, yaitu khusus anak Raja. Penari pada tarian ini adalah pengantin perempuan dan pendampingnya; b) Tidi Lo Polopalo, yaitu khusus untuk puteri-puteri bangsawan, atau keluarga para Raja; c) Tidi Lo O’ Ayabu, yaitu tarian yang memakai kipas daun pandan. Tarian ini khusus untuk puteri-puteri Wali-wali Mowali; d) Tidi Lo Tihu’o, yaitu tarian yang memakai rangkaian bunga melati. Tarian ini merupakan tarian istana dalam acara penyambutan tamu; e) Tidi Lo Tonggalo, yaitu tarian istana dalam acara keluarga, selesai acara pernikahan; f) Tidi Lo Tabongo, yaitu tarian hiburan pada acara-acara istana; g) Tidi Lo Malu’o, yaitu tarian hiburan pada acara-acara kaum bangsawan (Medi Botutihe dan Farha Daulima. 2013). Penjelasan terkait tarian tersebut menjadi bukti bahwa, dalam tarian Gorontalo memiliki banyak ragam makna dan simbol yang disesuaikan dengan acara-acara tertentu. Hal ini sebagaimana pembagian tarian Tidi dalam 7 ragam tarian sesuai dengan perayaan acara dan juga menyesuaikan dengan status sosial. Ada beberapa tarian adat Gorontalo yang dikenal di masyarakat, salah satunya adalah tarian Tidi atau dikenal dengan Mopotidi yang artinya melaksanakan acara tarian Tidi. Acara ini berdasarkan atas permintaan pengantin laki-laki. Disamping itu, dalam tarian ini ada yang dikenal dengan Motidi yang artinya menari tarian klasik yang telah diciptakan oleh para leluhur kita, tarian Tidi ada beragam-ragam, diantaranya: a) Tidi Da’a, yaitu khusus anak Raja. Penari pada tarian ini adalah pengantin perempuan dan pendampingnya; b) Tidi Lo Polopalo, yaitu khusus untuk puteri-puteri bangsawan, atau keluarga para Raja; c) Tidi Lo O’ Ayabu, yaitu tarian yang memakai kipas daun pandan. Tarian ini khusus untuk puteri-puteri Wali-wali Mowali; d) Tidi Lo Tihu’o, yaitu tarian yang memakai rangkaian bunga melati. Tarian ini merupakan tarian istana dalam acara penyambutan tamu; e) Tidi Lo Tonggalo, yaitu tarian istana dalam acara keluarga, selesai acara pernikahan; f) Tidi Lo Tabongo, yaitu tarian hiburan pada acara-acara istana; g) Tidi Lo Malu’o, yaitu tarian hiburan pada acara-acara kaum bangsawan (Medi Botutihe dan Farha Daulima. 2013). Penjelasan terkait tarian tersebut menjadi bukti bahwa, dalam tarian Gorontalo memiliki banyak ragam makna dan simbol yang disesuaikan dengan acara-acara tertentu. Hal ini sebagaimana pembagian tarian Tidi dalam 7 ragam tarian sesuai dengan perayaan acara dan juga menyesuaikan dengan status sosial.

Komentar & Diskusi

0 tanggapan

Sampaikan pandangan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.

Belum ada komentar pada konten ini.

Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.

Tulis Komentar

Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.

Email Anda dirahasiakan dan tidak dipublikasikan.

0 / 2000
Dilindungi sistem verifikasi & moderasi operator resmi.

Informasi lainnya yang relevan untuk Anda

Lihat Seluruhnya