Loading...
Pemaparan Hasil Kajian Bimtek Permuseuman Perkuat Kapasitas SDM Dan Kelembagaan Museum
2026-08-06
Pemaparan Hasil Kajian Bimtek Permuseuman Perkuat Kapasitas SDM dan Kelembagaan Museum

Gorontalo, 6 Agustus 2026 – UPTD Museum Purbakala melaksanakan kegiatan Pemaparan Hasil Kajian Bimbingan Teknis (Bimtek) Permuseuman yang bertempat di Aula UPTD Museum Purbakala, Kamis (6/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya evaluasi terhadap penyelenggaraan program Bimbingan Teknis Permuseuman sekaligus merumuskan rekomendasi strategis dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan museum di Provinsi Gorontalo.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, Naufal Raffi Arrazaq dan Irvan Tasnur, yang memaparkan hasil kajian mengenai pelaksanaan program Bimbingan Teknis Permuseuman dari berbagai aspek, mulai dari latar belakang, proses pelaksanaan, hingga dampaknya terhadap peningkatan kompetensi peserta dan penguatan kelembagaan museum.

Dalam pemaparannya, Naufal Raffi Arrazaq menjelaskan bahwa museum memiliki peran strategis sebagai institusi pelestarian warisan budaya, pusat pendidikan, penelitian, serta sarana penguatan identitas budaya daerah. Menurutnya, Provinsi Gorontalo memiliki potensi budaya yang sangat besar sehingga memerlukan pengelolaan museum yang profesional dan berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyelenggaraan program Bimbingan Teknis Permuseuman, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program, serta menyusun rekomendasi sebagai dasar pengembangan program di masa mendatang. Kajian dilakukan melalui metode pengumpulan data, analisis dokumen, serta evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah berlangsung.

Naufal juga memaparkan latar belakang penyelenggaraan program Bimbingan Teknis yang didasarkan pada pentingnya menjaga konsistensi pelaksanaan program, meningkatkan kompetensi pegawai museum, memperkuat keterlibatan perangkat daerah, membangun sinergi di tingkat provinsi, mengoptimalkan peran guru sejarah sebagai mitra edukasi museum, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian budaya.

Sementara itu, Irvan Tasnur menyampaikan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program Bimbingan Teknis Permuseuman yang telah dilaksanakan selama ini. Materi yang dipaparkan meliputi jenis dan tema Bimbingan Teknis, karakteristik peserta, perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, serta dampak program terhadap peningkatan kompetensi peserta.

Menurutnya, hasil kajian menunjukkan bahwa program Bimbingan Teknis telah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kemampuan pengelola museum, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan teknis, maupun pemahaman mengenai tata kelola museum yang profesional. Evaluasi juga menjadi dasar dalam menyusun program yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan museum di masa mendatang.

Pada sesi lanjutan, Naufal Raffi Arrazaq memaparkan materi mengenai kontribusi program Bimbingan Teknis terhadap penguatan kelembagaan museum, faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program, serta rekomendasi pengembangan Bimbingan Teknis Permuseuman. Hasil kajian menunjukkan bahwa program Bimbingan Teknis tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas individu peserta, tetapi juga memperkuat kelembagaan museum dalam menjalankan fungsi pelestarian, edukasi, penelitian, dan pelayanan publik.

Selain mengidentifikasi berbagai faktor pendukung, kajian ini juga menemukan sejumlah tantangan yang masih perlu mendapat perhatian, di antaranya penguatan koordinasi antarinstansi, peningkatan dukungan sumber daya, serta penyesuaian materi pelatihan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengelolaan museum modern.

Dari hasil kajian tersebut disimpulkan bahwa Program Bimbingan Teknis Museum Purbakala Gorontalo merupakan program yang strategis dan berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta kelembagaan permuseuman. Program ini dinilai mampu meningkatkan kompetensi pengelola museum sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola museum yang lebih profesional dan adaptif.

Sebagai tindak lanjut, tim kajian merekomendasikan agar program Bimbingan Teknis tetap dilaksanakan secara konsisten karena terbukti memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kompetensi pengelola museum. Selain itu, materi Bimbingan Teknis diharapkan dapat terus dikembangkan dengan memasukkan tema-tema yang relevan dengan perkembangan teknologi, seperti digitalisasi koleksi, pengelolaan basis data museum, pengembangan museum virtual, serta pelayanan museum berbasis teknologi informasi.

Melalui kegiatan pemaparan hasil kajian ini, UPTD Museum Purbakala berharap hasil evaluasi dan rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan serta pengembangan program Bimbingan Teknis Permuseuman yang lebih berkualitas, sehingga mampu mendukung pelestarian warisan budaya dan meningkatkan kualitas layanan museum kepada masyarakat.


Pewarta: Fiky

Editor: IT Museum

Komentar
Chat WhatsApp Museum