Histori
Imported from master_kategoris#14
Foto Nani Wartabone 1907-1986
Foto Pahlawan Nasional, Nani Wartabone (lahir 30 Januari 1907 – meninggal di Suwawa, Goron...
Foto Seorang Penari Tahun 1863-1864
Foto Seorang Penari yang dipublikasikan dalam tulisan H. von Rosenberg "Tanah dan Masyarak...
Foto topi sepeda onthel
-
Patung H.B. Jassin
Hans Bague Jassin (lahir di Gorontalo, 31 Juli 1917 – meninggal di Jakarta, 11 Maret 2000)...
Patung Jalaludin Tantu
Letkol Pnb (Anumerta) Djalaludin Tantu (lahir di Gorontalo, tanggal tidak diketahui - meni...
Patung Jalaludin Tantu
Letkol Pnb (Anumerta) Djalaludin Tantu (lahir di Gorontalo, tanggal tidak diketahui - meni...
Patung Nani Wartabone
Patung tokoh pahlawan nasional asal Gorontalo yang lahir di Suwawa pada tanggal 30 April 1...
Pengeras Suara
"Peninggalan zaman kolonial Belanda yaitu sebuah alat untuk mengumpulkan massa (pengeras s...
Rekaman Audio Visual Film Dokumenter Hulonthalo Tempo Doeloe/Nani Wartabone
-
Selongsong Peluru
-
Sepead Onthel (Turangga)
Sepeda onthel (turangga) merk Philips. Pernah digunakan oleh anggota Pasukan Rimba untuk m...
Timbangan Emas
Benda ini ditemukan di Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Pada tahun 1729 Gubernur Piel...
Foto Nani Wartabone 1907-1986
Deskripsi / Informasi
Foto Pahlawan Nasional, Nani Wartabone (lahir 30 Januari 1907 – meninggal di Suwawa, Gorontalo, 3 Januari 1986 pada umur 78 tahun) adalah putra Gorontalo dan tokoh perjuangan dari Provinsi Gorontalo. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 085/TK/Tahun 2003 tertanggal 6 November 2003. Ia seorang pejuang yang aktif berorganisasi dan berjuang melawan kolonialisme di daerah Gorontalo pada masa perjuangan kemerdekaan.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Foto Seorang Penari Tahun 1863-1864
Deskripsi / Informasi
Foto Seorang Penari yang dipublikasikan dalam tulisan H. von Rosenberg "Tanah dan Masyarakat dalam Gambaran yang dikumpulkan selama 30 Tahun Tinggal di Koloni". KITLV 36A137. Ada beberapa tarian adat Gorontalo yang dikenal di masyarakat, salah satunya adalah tarian Tidi atau dikenal dengan Mopotidi yang artinya melaksanakan acara tarian Tidi. Acara ini berdasarkan atas permintaan pengantin laki-laki. Disamping itu, dalam tarian ini ada yang dikenal dengan Motidi yang artinya menari tarian klasik yang telah diciptakan oleh para leluhur kita, tarian Tidi ada beragam-ragam, diantaranya: a) Tidi Da’a, yaitu khusus anak Raja. Penari pada tarian ini adalah pengantin perempuan dan pendampingnya; b) Tidi Lo Polopalo, yaitu khusus untuk puteri-puteri bangsawan, atau keluarga para Raja; c) Tidi Lo O’ Ayabu, yaitu tarian yang memakai kipas daun pandan. Tarian ini khusus untuk puteri-puteri Wali-wali Mowali; d) Tidi Lo Tihu’o, yaitu tarian yang memakai rangkaian bunga melati. Tarian ini merupakan tarian istana dalam acara penyambutan tamu; e) Tidi Lo Tonggalo, yaitu tarian istana dalam acara keluarga, selesai acara pernikahan; f) Tidi Lo Tabongo, yaitu tarian hiburan pada acara-acara istana; g) Tidi Lo Malu’o, yaitu tarian hiburan pada acara-acara kaum bangsawan (Medi Botutihe dan Farha Daulima. 2013). Penjelasan terkait tarian tersebut menjadi bukti bahwa, dalam tarian Gorontalo memiliki banyak ragam makna dan simbol yang disesuaikan dengan acara-acara tertentu. Hal ini sebagaimana pembagian tarian Tidi dalam 7 ragam tarian sesuai dengan perayaan acara dan juga menyesuaikan dengan status sosial. Ada beberapa tarian adat Gorontalo yang dikenal di masyarakat, salah satunya adalah tarian Tidi atau dikenal dengan Mopotidi yang artinya melaksanakan acara tarian Tidi. Acara ini berdasarkan atas permintaan pengantin laki-laki. Disamping itu, dalam tarian ini ada yang dikenal dengan Motidi yang artinya menari tarian klasik yang telah diciptakan oleh para leluhur kita, tarian Tidi ada beragam-ragam, diantaranya: a) Tidi Da’a, yaitu khusus anak Raja. Penari pada tarian ini adalah pengantin perempuan dan pendampingnya; b) Tidi Lo Polopalo, yaitu khusus untuk puteri-puteri bangsawan, atau keluarga para Raja; c) Tidi Lo O’ Ayabu, yaitu tarian yang memakai kipas daun pandan. Tarian ini khusus untuk puteri-puteri Wali-wali Mowali; d) Tidi Lo Tihu’o, yaitu tarian yang memakai rangkaian bunga melati. Tarian ini merupakan tarian istana dalam acara penyambutan tamu; e) Tidi Lo Tonggalo, yaitu tarian istana dalam acara keluarga, selesai acara pernikahan; f) Tidi Lo Tabongo, yaitu tarian hiburan pada acara-acara istana; g) Tidi Lo Malu’o, yaitu tarian hiburan pada acara-acara kaum bangsawan (Medi Botutihe dan Farha Daulima. 2013). Penjelasan terkait tarian tersebut menjadi bukti bahwa, dalam tarian Gorontalo memiliki banyak ragam makna dan simbol yang disesuaikan dengan acara-acara tertentu. Hal ini sebagaimana pembagian tarian Tidi dalam 7 ragam tarian sesuai dengan perayaan acara dan juga menyesuaikan dengan status sosial.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Patung H.B. Jassin
Deskripsi / Informasi
Hans Bague Jassin (lahir di Gorontalo, 31 Juli 1917 – meninggal di Jakarta, 11 Maret 2000) adalah seorang pengarang, penyunting dan kritikus sastra. Tulisan-tulisannya digunakan sebagai sumber referensi bagi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kalangan sekolah dan perguruan tinggi. Karena kiprahnya di bidang kritik dan dokumentasi sastra, beliau dijuluki “Paus Sastra Indonesia”.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Patung Jalaludin Tantu
Deskripsi / Informasi
Letkol Pnb (Anumerta) Djalaludin Tantu (lahir di Gorontalo, tanggal tidak diketahui - meninggal di (diduga) Selat Karimata, 2 September 1964) adalah seorang penerbang TNI Angkatan Udara, yang gugur saat menjalankan tugas menerbangkan pesawat Hercules C-130B berkode ekor (tail code) T-1307 dalam misi penerjunan pasukan payung ke Kalimantan Utara (Malaysia) pada masa kampanye Dwikora. Beliau adalah orang Gorontalo pertama yang menjadi kapten du Angkatan Udara Republik Indonesia. Namanya diabadikan sebagai nama Pangkalan Udara TNI AU dengan nama Lanud Djalaludin Tantu dan pelabuhan udara di Gorontalo.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Patung Jalaludin Tantu
Deskripsi / Informasi
Letkol Pnb (Anumerta) Djalaludin Tantu (lahir di Gorontalo, tanggal tidak diketahui - meninggal di (diduga) Selat Karimata, 2 September 1964) adalah seorang penerbang TNI Angkatan Udara, yang gugur saat menjalankan tugas menerbangkan pesawat Hercules C-130B berkode ekor (tail code) T-1307 dalam misi penerjunan pasukan payung ke Kalimantan Utara (Malaysia) pada masa kampanye Dwikora. Beliau adalah orang Gorontalo pertama yang menjadi kapten du Angkatan Udara Republik Indonesia. Namanya diabadikan sebagai nama Pangkalan Udara TNI AU dengan nama Lanud Djalaludin Tantu dan pelabuhan udara di Gorontalo.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Patung Nani Wartabone
Deskripsi / Informasi
Patung tokoh pahlawan nasional asal Gorontalo yang lahir di Suwawa pada tanggal 30 April 1907. Nani Wartabone dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 085/TK/Tahun 2003 tertanggal 6 November 2003.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Pengeras Suara
Deskripsi / Informasi
"Peninggalan zaman kolonial Belanda yaitu sebuah alat untuk mengumpulkan massa (pengeras suara) yang terbuat dari bahan kuningan. Alat ini pernah digunakan oleh Alexander (Sander) Uno, marsaoleh/pemimpin onder-distrik Kwandang pada awal abad XX. Sander Uno yang merupakan leluhur Sandiaga Uno adalah salah satu pemimpin yang berperan dalam pembuatan jalan penghubung Kwandang dan Limboto. Bersama pemimpin Limboto, Gorontalo dan Suwawa, Sander Uno membuat jalan puluhan kilometer yang menghubungkan Kwandang hingga Limboto pada awal abad XX. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Sebut Sandiaga Uno Keturunan Raja Gorontalo, Warga Sambut Gembira Pelantikan"", https://regional.kompas.com/read/2017/10/16/15571461/sebut-sandiaga-uno-keturunan-raja-gorontalo-warga-sambut-gembira-pelantikan. Penulis : Kontributor Gorontalo, Rosyid A Azhar"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rekaman Audio Visual Film Dokumenter Hulonthalo Tempo Doeloe/Nani Wartabone
Deskripsi / Informasi
-
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Sepead Onthel (Turangga)
Deskripsi / Informasi
Sepeda onthel (turangga) merk Philips. Pernah digunakan oleh anggota Pasukan Rimba untuk mengantar surat dan berburu pada masa Nani Wartabone
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Timbangan Emas
Deskripsi / Informasi
Benda ini ditemukan di Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Pada tahun 1729 Gubernur Pielat mengeluarkan keputusan larangan terhadap orang Cina berlayar ke Gorontalo, khususnya daerah yang diduga memiliki potensi tambang emas, termasuk penduduk pribumi dilarang mendekati areal pertambangan. Tindakan ini dilakukan untuk menutup akses orang Cina dan Pribumi untuk mendekati areal tambang. Untuk proses transaksi emas, perlu menggunakan timbangan. Timbangan merupakan alat timbang yang digunakan dalam proses transaksi untuk mengetahui karat dan kadar nilai emas dari hasil penambangan yang dilakukan Pemerintah Belanda sejak abad XVII di Gorontalo, sedangkan timbangan sendiri telah ditemukan sejak abad XVII.