Numismatika
Imported from master_kategoris#19
Koin 100 Rupiah Tahun 1978 bergambar
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar Batang Garing, pohon keh...
Koin 100 Rupiah Tahun 1978 bergambar Gunungan Wayang
Garing, pohon kehidupan legendaris dalam kepercayaan Agama Kaharingan suku Dayak Ngaju. B...
Koin 100 Rupiah Tahun 1978 bergambar Gunungan Wayang
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar Batang Garing, pohon kehid...
Koin 100 Rupiah Tahun 1978 Bergambar Wayang
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar Batang Garing, pohon kehi...
Koin 100 Rupiah Tahun 1978 Bergambar Wayang
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar Batang Garing, pohon kehi...
Koin 2 Rupiah Tahun 1970 Bergambar Padi dan Kapas
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat tulisan Rp 2 di atas gambar padi dan...
Koin 25 Rupiah Tahun 1971 bergambar Burung Mambruk Victoria
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat tulisan Rp 25 di bawah gambar bur...
Koin 25 Rupiah Tahun 1971 bergambar Burung Mambruk Victoria (Goura Victoria)
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat tulisan Rp 25 di bawah gambar bu...
Koin 25 Rupiah Tahun 1996 bergambar buah pala
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar lambang nasional Indonesia Ga...
Koin 25 Sen Tahun 1952 bergambar Garuda Pancasila
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat lambang nasional Indonesia Garuda Pa...
Koin 25 Sen Tahun 1952 Bergambar Garuda Pancasila
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat lambang nasional Indonesia Garuda Pa...
Koin 25 Sen Tahun 1957 Bergambar Garuda Pancasila
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat lambang nasional Indonesia Garuda Pa...
Koin 100 Rupiah Tahun 1978 bergambar
Deskripsi / Informasi
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar Batang Garing, pohon kehidupan legendaris dalam kepercayaan Agama Kaharingan suku Dayak Ngaju. Batang Garing melambangkan keseimbangan/keharmonisan hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan. Selain gambar Batang Garing, di bagian depan juga terdapat tulisan angka tahun, nominal mata uang dan tulisan “HUTAN UNTUK KESEJAHTERAA
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 100 Rupiah Tahun 1978 bergambar Gunungan Wayang
Deskripsi / Informasi
Garing, pohon kehidupan legendaris dalam kepercayaan Agama Kaharingan suku Dayak Ngaju. Batang Garing melambangkan keseimbangan/keharmonisan hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan. Selain gambar Batang Garing, di bagian depan juga terdapat tulisan angka tahun, nominal mata uang dan tulisan “HUTAN UNTUK KESEJAHTERAAN”. Koin ini merupakan koin khusus mengangkat isu kehutanan untuk kemakmuran. Bagian belakang terdapat gambar Rumah Gadang dan nilai mata uang bertuliskan: BANK INDONESIA SERATUS RUPIAH 100. Diameter 28,5 mm, tebal 1,4 mm, dan berat 7,0 gr. Koleksi diperoleh dengan cara ganti rugi dan masuk di museum tahun 2015.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 100 Rupiah Tahun 1978 bergambar Gunungan Wayang
Deskripsi / Informasi
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar Batang Garing, pohon kehidupan legendaris dalam kepercayaan Agama Kaharingan suku Dayak Ngaju. Batang Garing melambangkan keseimbangan/keharmonisan hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan. Selain gambar Batang Garing, di bagian depan juga terdapat tulisan angka tahun, nominal mata uang dan tulisan “HUTAN UNTUK KESEJAHTERAAN”.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 100 Rupiah Tahun 1978 Bergambar Wayang
Deskripsi / Informasi
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar Batang Garing, pohon kehidupan legendaris dalam kepercayaan Agama Kaharingan suku Dayak Ngaju. Batang Garing melambangkan keseimbangan/keharmonisan hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan. Selain gambar Batang Garing, di bagian depan juga terdapat tulisan angka tahun, nominal mata uang dan tulisan “HUTAN UNTUK KESEJAHTERAAN”. Koin ini merupakan koin khusus mengangkat isu kehutanan untuk kemakmuran. Bagian belakang terdapat gambar Rumah Gadang dan nilai mata uang bertuliskan: BANK INDONESIA SERATUS RUPIAH 100. Diameter 28,5 mm, tebal 1,4 mm, dan berat 7,0 gr. Koleksi diperoleh dengan cara ganti rugi dan masuk di museum tahun 2015.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 100 Rupiah Tahun 1978 Bergambar Wayang
Deskripsi / Informasi
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar Batang Garing, pohon kehidupan legendaris dalam kepercayaan Agama Kaharingan suku Dayak Ngaju. Batang Garing melambangkan keseimbangan/keharmonisan hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan. Selain gambar Batang Garing, di bagian depan juga terdapat tulisan angka tahun, nominal mata uang dan tulisan “HUTAN UNTUK KESEJAHTERAAN”. Koin ini merupakan koin khusus mengangkat isu kehutanan untuk kemakmuran. Bagian belakang terdapat gambar Rumah Gadang dan nilai mata uang bertuliskan: BANK INDONESIA SERATUS RUPIAH 100. Diameter 28,5 mm, tebal 1,4 mm, dan berat 7,0 gr. Koleksi diperoleh dengan cara ganti rugi dan masuk di museum tahun 2015.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 2 Rupiah Tahun 1970 Bergambar Padi dan Kapas
Deskripsi / Informasi
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat tulisan Rp 2 di atas gambar padi dan kapas. Bagian belakang terdapat elemen bintang dan nilai mata uang bertuliskan: BANK INDONESIA 2 RUPIAH 1970. Diameter 26 mm, berat 2,29 gr. Diperoleh dengan cara “ganti rugi” serta masuk ke museum pada tahun 2015.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 25 Rupiah Tahun 1971 bergambar Burung Mambruk Victoria
Deskripsi / Informasi
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat tulisan Rp 25 di bawah gambar burung Mambruk Victoria atau nama ilmiahnya Goura Victoria adalah sejenis burung yang terdapat dalam suku burung Columbidae dan salah satu dari tiga burung dara mahkota serta merupakan spesies terbesar di antara jenis-jenis burung merpati. Populasi Mambruk Victoria tersebar di hutan dataran rendah, hutan sagu dan hutan rawa di bagian utara pulau Irian, termasuk pulau Yapen, pulau Biak, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 25 Rupiah Tahun 1971 bergambar Burung Mambruk Victoria (Goura Victoria)
Deskripsi / Informasi
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat tulisan Rp 25 di bawah gambar burung Mambruk Victoria atau nama ilmiahnya Goura Victoria adalah sejenis burung yang terdapat dalam suku burung Columbidae dan salah satu dari tiga burung dara mahkota serta merupakan spesies terbesar di antara jenis-jenis burung merpati. Populasi Mambruk Victoria tersebar di hutan dataran rendah, hutan sagu dan hutan rawa di bagian utara pulau Irian, termasuk pulau Yapen, pulau Biak, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Bagian belakang terdapat elemen bintang dan nilai mata uang bertuliskan: BANK Indonesia 25 RUPIAH 1971. Diameter 20 mm, tebal 1,4 mm, dan berat 3,52 gr. Koleksi diperoleh dengan cara ganti rugi dan masuk di museum tahun 2015.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 25 Rupiah Tahun 1996 bergambar buah pala
Deskripsi / Informasi
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar lambang nasional Indonesia Garuda dengan tulisan angka tahun 1996 dan BANK INDONESIA. Bagian belakang terdapat gambar buah pala (Myristica Fragran), rempah-rempah yang berasal dari Kepulauan Banda Maluku dan telah menjadi komoditi perdagangan penting sejak zaman romawi; dan nilai mata uang bertuliskan: Rp 25 Buah Pala. Diameter 18 mm, tebal 2 mm, dan berat 1,22 gr. Koleksi diperoleh dengan cara ganti rugi dan masuk di museum tahun 2015.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 25 Sen Tahun 1952 bergambar Garuda Pancasila
Deskripsi / Informasi
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat lambang nasional Indonesia Garuda Pancasila dengan tulisan Arab إندونيسياBHINNEKA TUNGGAL IKA yang berarti “Indonesia, walau berbeda tetap satu”.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 25 Sen Tahun 1952 Bergambar Garuda Pancasila
Deskripsi / Informasi
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat lambang nasional Indonesia Garuda Pancasila dengan tulisan Arab BHINNEKA TUNGGAL IKA yang berarti “Indonesia, walau berbeda tetap satu”. Bagian belakang terdapat nilai mata uang dalam desain bergerigi bertuliskan: INDONESIA 25 SEN 1952, berdiameter 26 mm, tebal 2 mm, dan berat 2,2 gr. Koin ini diperoleh dengan cara ganti rugi kepada masyarakat serta masuk ke Museum pada tahun 2015.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 25 Sen Tahun 1957 Bergambar Garuda Pancasila
Deskripsi / Informasi
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat lambang nasional Indonesia Garuda Pancasila dengan tulisan INDONESIA di bagian atas. Bagian belakang terdapat elemen bunga dan nilai mata uang bertuliskan: REPUBLIK INDONESIA 25 SEN 1957. Diameter 20,2, tebal 1,89, dan berat 2,2 gr. Diperoleh dengan cara “ganti rugi” serta masuk ke Museum tahun 2015.