Semua Informasi & Layanan
Jelajahi seluruh data, layanan, dan informasi publik yang terstruktur.
Prangko 75 Rp Tahun 1980
"Prangko bergambar angkatan bersenjata bersama rakyat. Diedarkan pada tanggal 5 Oktober 19...
Cetakan Kue Kolombengi
-
uang Kertas 5 Rupiah Tahun 1968 Bergambar Jenderal Sudirman
Uang Kertas Bergambar Jenderala Sudirman Merupakan Uang Seri Sudirman Tahun 1968, dan uang...
Prangko 350 Rp tahun 1986
Prangko bergambar tari Barong. Diedarkan pada tanggal 30 Juli 1986. Prangko ini memuat :...
Prangko 500 Rp 1986
Prangko bergambar petani menanam dan memanen padi. Warna biru, hijau, kuning dan putih. Se...
Koin 100 Rupiah Tahun 1978 bergambar
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar Batang Garing, pohon keh...
Uang Kertas 10 Rupiah Bergambar Bunga Teratai
Uang kertas bergambar bunga teratai dan sepasang burung Kakatua merupakan uang Seri Bunga...
Uang Kertas 1 Rupiah Tahun 1956 Bergambar Perempuan Jawa
Uang kertas bergambar perempuan Jawa merupakan seri Suku Bangsa II (1956) yang ditandatan...
Foto Kampung Cina di Jalan Penghoeloe Gorontalo
"Het Chinese Kamp aan de Penghoeloestraat te Gorontalo", kampung Cina di jalan Penghoeloe...
Prangko 200 Rp Tahun 1980
Prangko bergambar peta Asia - Oceania. Warna biru tua, biru muda dan putih. Diedarkan pada...
Pemutar Piringan Hitam dan Piringan Hitam
Gramofon adalah alat pemutar piringan hitam yang bisa menghasilkan suara. Nama Gramophone...
Baju Adat Wolimomo Merah
-
Prangko 75 Rp Tahun 1980
Deskripsi / Informasi
"Prangko bergambar angkatan bersenjata bersama rakyat. Diedarkan pada tanggal 5 Oktober 1980. Prangko ini memuat : Tulisan ""KEMANUNGGALAN ABRI - RAKYAT"" Tulisan nominal ""75,-"" Tulisan tahun penerbitan Tulisan ""REPUBLIK INDONESIA"""
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
uang Kertas 5 Rupiah Tahun 1968 Bergambar Jenderal Sudirman
Deskripsi / Informasi
Uang Kertas Bergambar Jenderala Sudirman Merupakan Uang Seri Sudirman Tahun 1968, dan uang seri lengkap terakhir yang diterbitkan oleh Bank Indonesia
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 350 Rp tahun 1986
Deskripsi / Informasi
Prangko bergambar tari Barong. Diedarkan pada tanggal 30 Juli 1986. Prangko ini memuat : Tulisan "Tari Barong" Tulisan nominal "350,-" Tulisan tahun penerbitan Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 500 Rp 1986
Deskripsi / Informasi
Prangko bergambar petani menanam dan memanen padi. Warna biru, hijau, kuning dan putih. Seri Rencana Pembangunan Lima Tahun. Diedarkan pada tanggal 1 April 1986. Prangko ini memuat : Tulisan "SWASEMBADA PANGAN" Tulisan nominal "500,-" Tulisan "PELITA IV" dan tahun penerbitan Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 100 Rupiah Tahun 1978 bergambar
Deskripsi / Informasi
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar Batang Garing, pohon kehidupan legendaris dalam kepercayaan Agama Kaharingan suku Dayak Ngaju. Batang Garing melambangkan keseimbangan/keharmonisan hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan. Selain gambar Batang Garing, di bagian depan juga terdapat tulisan angka tahun, nominal mata uang dan tulisan “HUTAN UNTUK KESEJAHTERAA
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 10 Rupiah Bergambar Bunga Teratai
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar bunga teratai dan sepasang burung Kakatua merupakan uang Seri Bunga tahun 1959 yang dicetak oleh Thomas De La Rue (TDLR), terdiri dari 3 variasi nomor seri yaitu 1 huruf, 2 huruf dan 3 huruf. Seri bunga mempunyai corak yang sangat menarik dengan gambar berbagai bunga di bagian depan dan burung di bagian belakang. Uang ini mempunyai tanda air garuda pancasila ini sangat banyak memiliki variasi nomor seri. Seri bunga ini burung ini sangat digemari oleh para kolektor baik local maupun mancanegara karena bentuknya yang indah, warnanya yang bagus dan tingkat kesulitannya yang sangat bervariasi dari sangat mudah sampai sangat-sangat sukar. Bergambar bunga teratai dan sepasang burung kakak tua, sangat banyak ditemukan dan tidak ada kesulitan yang berarti dalam memperolehnya. Variasi tiga huruf UNC bernilai sama dengan pecahan 5 rupiah yaitu sektar 5 ribuan s/d 10 ribuan perlembarnya. Sedangkan variasi 1 huruf UNC sekitar 50-100 ribuan pelembar.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 1 Rupiah Tahun 1956 Bergambar Perempuan Jawa
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar perempuan Jawa merupakan seri Suku Bangsa II (1956) yang ditandatangani oleh Mr. Jusuf Wibisono.Menurut seri suku bangsa ini bahwasanya terdiri dari 2 emisi yaitu emisi 1954 dan 1956. Memiliki gambar dan warna yang sama. Hanya saja, penandatangannya berbeda yaitu Menteri Keuangan Dr. Ong Eng Die untuk emisi 1954 dan Menteri Keuangan Mr. Jusuf Wibisono untuk emisi 1956.Terdiri dari Pecahan 1 rupiah berwarna biru bergambar seorang perempuan Sumatera Timur, sedangkan belahan 2½ rupiah berwarna merah dan memuat gambar seorang Pria Flores. Disain bab belakang kedua belahan tersebut sama, yaitu gambar lambang negara Garuda Pancasila, namun untuk belahan 1 rupiah berwarna merah. Pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo II (Ali II), ia dipercaya kembali sebagai Menteri Keuangan. Kebijakan yang dilakukan untuk menyukseskan program Kabinet Ali II di bidang ekonomi keuangan yaitu dengan memberi kuasa pada bank-bank swasta nasional yang dianggap mampu untuk memberi kredit pada pengusaha-pengusaha nasional dengan jaminan dari pemerintah. Selain itu, ia juga mengusahakan peningkatan mutu serta kesejahteraan para pegawai negeri dengan jalan merencanakan rasionalisasi dalam kalangan pegawai negeri dan melakukan penghematan pengeluaran negeri.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Foto Kampung Cina di Jalan Penghoeloe Gorontalo
Deskripsi / Informasi
"Het Chinese Kamp aan de Penghoeloestraat te Gorontalo", kampung Cina di jalan Penghoeloe tahun 1900. Kedatangan orang Cina tidak diketahui secara pasti, beberapa sumber mengatakan bahwa mereka masuk ke Gorontalo melalui Manado. Untuk dapat melacak bukti-bukti keberadaan orang Cina dapat diketahui pada nisan kubur tertua (di Kampung Siendeng) berangka tahun 1863. Kelompok Etnik Cina terdiri dari berbagai sub kelompok, diantaranya terdiri beberapa suku yaitu Hokkian, Khe, Kanton dan Hainan (Hasanudin, 2014: 88). Penetapan koloni dan lokasi pemukiman pertama-tama mempertimbangkan segi-segi praktis, sama seperti di Negeri Cina dimana sungai berperan lebih penting sebagai sarana perdagangan dan transportasi. Di daerah sekitar Sungai Bolango mereka mendirikan perkampungan khas Cina dan sekaligus menjadi satuan sosio-ekonomi sebagai satuan komunitas yang produktif. Kawasan pemukiman (pecinan) merupakan pusat perdagangan menempati lokasi sekitar muara Sungai Bolango (Jl. Suprapto, Kel. Biawao sekarang). KITLV 5013. Di kawasan itu mereka mendirikan Kelenteng "Tan Hou Kiong" (Jl. S. Parman sekarang) sebagai pusat pemukimannya. Pembangunan Kelenteng Tan Hou Kiong diprakarsai oleh Lie Bun Yat, Kho Lin Tjie, Yo Ho Lian, dan Lie Bun Tjae. Kelenteng dibangun selain sebagai tempat beribadah bagi umat beragama Budha, Tao dan Kong Hu Cu juga sarana berkumpul bagi etnis Cina. Untuk itu kompleks pemukiman etnik Cina sangat strategis yang sesuai dengan inti pola kehidupannya sebagai pedagang yakni berdekatan dengan Klenteng, pasar dan pelabuhan. Orang- orang Cina yang berasal dari Manado berusaha di bidang perdagangan kecil (Hasanudin, 2014: 88-89). "Peranan pedagang Cina sangat penting dalam mata rantai perdagangan di Gorontalo, di samping orang Eropa dan Bugis. Dikeluarkannya kebijakan pemerintah Belanda Belanda tahun 1846 (UU No. 6 Algemeene Beppalingen Van Wetgeving) telah memberikan posisi istimewa kepada kelompok Cina sebagai pedagang perantara (handlanger). Mereka umumnya membeli hasil hutan utamanya rotan dan damar dari penduduk pribumi serta menjualnya ke pedagang lain atau perusahaan dagang Belanda (Hasanudin, 2014: 89). Sumber: - Hasanuddin. 2014. Pelayaran dan Perdagangan Gorontalo abad ke-18 dan 19. Yogyakarta: Penerbit Kepel Press. "
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 200 Rp Tahun 1980
Deskripsi / Informasi
Prangko bergambar peta Asia - Oceania. Warna biru tua, biru muda dan putih. Diedarkan pada tanggal 10 September 1980. Prangko ini memuat : Tulisan "PERINGATAN 10 TAHUN AOPTS SEKOLAH PENDIDIKAN POS ASIA-OCEANIA" Tulisan nominal "200,-" Tulisan tahun penerbitan Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Pemutar Piringan Hitam dan Piringan Hitam
Deskripsi / Informasi
Gramofon adalah alat pemutar piringan hitam yang bisa menghasilkan suara. Nama Gramophone (Gramopon) berasal dari Emilie Berliner yang pada tahun 1888 menemukan piringan hitam jenis baru dan mematenkannya di bawah label Berliner Gramaphone. Pada tahun 1918 masa pematenan berakhir, semua label pun berlomba-lomba untuk memproduksi piringan hitam. Pada masa itu, kebanyakan pemilik gramophone masih terbatas pada kalangan menengah atas saja.