Semua Informasi & Layanan
Jelajahi seluruh data, layanan, dan informasi publik yang terstruktur.
Prangko 10 Rp PELITA Tahun 1969
Prangko 10 Rp PELITA tahun 1969 "Prangko bergambar keluarga sedang bersantai. Seri Rencan...
TEMPAT LILIN KUNINGAN (1 Lilin)
TEMPAT LILIN KUNINGAN (1 Lilin)
Uang Kertas 1000 Rupiah Tahun 1987 Bergambar Raja Sisingamangraja XII
Uang Kertas Tahun 1987 Bergambar Raja Sisimangaraja XII dibagian depan , Keraton jogjakart...
Pengeras Suara
"Peninggalan zaman kolonial Belanda yaitu sebuah alat untuk mengumpulkan massa (pengeras s...
Patung Jalaludin Tantu
Letkol Pnb (Anumerta) Djalaludin Tantu (lahir di Gorontalo, tanggal tidak diketahui - meni...
Uang Kertas 1 Rupiah Tahun 1961 Bergambar Bunga Bangkai
Uang kertas bergambar Petani Sawah merupakan uang Seri Sandang Pangan tahun 1961. Uang in...
Selongsong Peluru
-
Bendera Merah Putih
Bendera Merah Putih yang digunakan di alun-alun kota Gorontalo. Menjelang pukul 10.00 pagi...
LUKISAN TRAGEDI BENTENG OTANAHA
Lukisan yang menggambarkan peristiwa pertempuran di Benteng Otanaha. Media kanvas ukuran 8...
TUMBUK LISUNG (HITAM)
Pelengkap PAKINANGAN
Uang Kertas 1000 Rupiah Tahun 1958 Bergambar Pandai Besi
Uang kertas bergambar Pandai Besi, memiliki tanda air bergambar kepala banteng, hanya mem...
LUKISAN "TA ILAYABE"
Media kanvas ukuran 86 cm x 86 cm. Dihibahkan oleh Universitas Negeri Gorontalo tahun 2016...
Prangko 10 Rp PELITA Tahun 1969
Deskripsi / Informasi
Prangko 10 Rp PELITA tahun 1969 "Prangko bergambar keluarga sedang bersantai. Seri Rencana Pembangunan Lima Tahun. Diedarkan pada tanggal 27 September 1969. Prangko ini memuat : Tulisan nominal ""10,-"" Tulisan ""PELITA"" Tulisan ""REPUBLIK INDONESIA"""
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
TEMPAT LILIN KUNINGAN (1 Lilin)
Deskripsi / Informasi
TEMPAT LILIN KUNINGAN (1 Lilin)
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 1000 Rupiah Tahun 1987 Bergambar Raja Sisingamangraja XII
Deskripsi / Informasi
Uang Kertas Tahun 1987 Bergambar Raja Sisimangaraja XII dibagian depan , Keraton jogjakarta dibagian belakang dengan tanda air sultan Hasanudin
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Pengeras Suara
Deskripsi / Informasi
"Peninggalan zaman kolonial Belanda yaitu sebuah alat untuk mengumpulkan massa (pengeras suara) yang terbuat dari bahan kuningan. Alat ini pernah digunakan oleh Alexander (Sander) Uno, marsaoleh/pemimpin onder-distrik Kwandang pada awal abad XX. Sander Uno yang merupakan leluhur Sandiaga Uno adalah salah satu pemimpin yang berperan dalam pembuatan jalan penghubung Kwandang dan Limboto. Bersama pemimpin Limboto, Gorontalo dan Suwawa, Sander Uno membuat jalan puluhan kilometer yang menghubungkan Kwandang hingga Limboto pada awal abad XX. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Sebut Sandiaga Uno Keturunan Raja Gorontalo, Warga Sambut Gembira Pelantikan"", https://regional.kompas.com/read/2017/10/16/15571461/sebut-sandiaga-uno-keturunan-raja-gorontalo-warga-sambut-gembira-pelantikan. Penulis : Kontributor Gorontalo, Rosyid A Azhar"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Patung Jalaludin Tantu
Deskripsi / Informasi
Letkol Pnb (Anumerta) Djalaludin Tantu (lahir di Gorontalo, tanggal tidak diketahui - meninggal di (diduga) Selat Karimata, 2 September 1964) adalah seorang penerbang TNI Angkatan Udara, yang gugur saat menjalankan tugas menerbangkan pesawat Hercules C-130B berkode ekor (tail code) T-1307 dalam misi penerjunan pasukan payung ke Kalimantan Utara (Malaysia) pada masa kampanye Dwikora. Beliau adalah orang Gorontalo pertama yang menjadi kapten du Angkatan Udara Republik Indonesia. Namanya diabadikan sebagai nama Pangkalan Udara TNI AU dengan nama Lanud Djalaludin Tantu dan pelabuhan udara di Gorontalo.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 1 Rupiah Tahun 1961 Bergambar Bunga Bangkai
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar Petani Sawah merupakan uang Seri Sandang Pangan tahun 1961. Uang ini dicetak banyak sekali sejin uang kertas yang terdiri dari berbagai pecahan dari terkecil sampai terbesar. Hamper semua pecahan yang berasal dari periode ini mempunyai nilai jual yang rendah kecuali satu dua jenis yang mempunyai harga agak lumayan. Terdiri dari pecahan satu dan dua setengah rupiah. Mempunyai gambar dan corak yang dengan terbitan 1961, sangat mudah ditemukan dan bernilai jual sekitar Rp 500 s/d Rp 5000 perlembar. Terdiri dari pecahan satu dan dua setengah rupiah . mempunyai gambar dan corak yang sama dengan terbitan 1960, sangat mudah ditemukan dan bernilai jual sekitar Rp. 15000-an/lembar. Ada tulisan Republik Indonesia dan tanda pembajaran jang sah (di baca tanda pembayaran yang sah) satu rupiah. Uang 1 rupiah tahun 1961 ditandatangani oleh menteri keuangan saat itu yakni RM. Notohamiprodjo. Tercantum nominal 1 dengan ukuran besar di bagian kiri dan angka 1 ukuran sedang di bagian kanan atas.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Bendera Merah Putih
Deskripsi / Informasi
Bendera Merah Putih yang digunakan di alun-alun kota Gorontalo. Menjelang pukul 10.00 pagi tanggal 23 Januari 1942 atau 5 jam setelah operasi penangkapan dilakukan, massa berkumpul di alun-alun (lapangan Taruna Remaja sekarang) berkumpul mengikuti proses penaikan bendera Merah Putih (ANRI) dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
LUKISAN TRAGEDI BENTENG OTANAHA
Deskripsi / Informasi
Lukisan yang menggambarkan peristiwa pertempuran di Benteng Otanaha. Media kanvas ukuran 86 cm x 86 cm. Dihibahkan oleh Universitas Negeri Gorontalo tahun 2016.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 1000 Rupiah Tahun 1958 Bergambar Pandai Besi
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar Pandai Besi, memiliki tanda air bergambar kepala banteng, hanya memiliki dua variasi warna yaitu violet dan merah coklat, serta merupakan uang seri Pekerja tahun 1958. Uang ini di gunakan pada zaman RI Kesatuan.Sekitar tahun 1958, pemerintah RI merilis uang kertas Bank Indonesia seri hewan, mulai pecahan Rp 5, sampai Rp 1.000. Sebagai contoh adalah uang pecahan Rp 1.000 yang berukuran 173 x 89mm. Uang ini meluncur pada 2 September 1958 tapi setahun kemudian sudah ditarik lagi. Penandatangan uang adalah Gubernur BI Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan Direktur BI TRB Sabaroedin. Pada bagian utama uang, ada gambar gajah. Sedangkan bagian belakang bergambar nelayan.Tanda air atau watermark memuatgambar Pangeran Diponegoro. Bank Indonesia kembali merilis uang uang rupiah kertas seri terbaru. Kali ini dengan tema pekerja tangan. Uang rupiah ini dicetak di percetakan kebajoran. Seri pekerja tahun 1958 ini merupakan seri yang termudah didapatkan, tidak banyak variasi, dan berharga tidak terlalu mahal semua pecahan mempunyai tanda air bergamabar kepala benteng dan hanya mempunyai satu variasi kecuali pecahan 5000 violet yang bertanda air garuda pancasila dengan dua variasi
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
LUKISAN "TA ILAYABE"
Deskripsi / Informasi
Media kanvas ukuran 86 cm x 86 cm. Dihibahkan oleh Universitas Negeri Gorontalo tahun 2016.