Semua Informasi & Layanan
Jelajahi seluruh data, layanan, dan informasi publik yang terstruktur.
Foto Rumah Bersalin
Foto Rumah Bersalin (gedung ini sempat difungsikan sebagai Kantor Damri dan dibongkar guna...
Wamilo
Sejenis parang dengan mata besi berbentuk panjang rata dan salah satu sisinya tajam. Pandu...
Prangko 20 Rp Tahun 1969
"Prangko bergambar logo Palang Merah. Warna merah, putih dan kuning. Diedarkan pada tangga...
VAS BUNGA BESAR
VAS BUNGA BESAR
Uang Kertas 1 Sen Tahun 1964 Bergambar Sukarelawan
Uang kertas bergambar Pak Tani merupakan uang Seri Sukarelawan tahun 1964. Di negara kita...
Prangko 110 Rp tahun 1984
Prangko bergambar kapal laut. Warna biru, hitam dan oranye. Seri Rencana Pembangunan Lima...
Sambawa
Sejenis tombak dengan ujung besi runcing, bagian punggung tumpul dan bagian perutnya tajam...
Bubo'o (Cambuk)
Bubo'o (cambuk) adalah alat untuk mengendalikan sapi atau kuda.
Nampan Kuningan Persegi
-
Bitu'o
Sejenis keris pusaka dengan mata besi berbentuk panjang berliku-liku (Pitu lo letu = 7 lik...
Kamera Zeiss
Kamera Zeiss Ikon Ikonta telah diproduksi sejak tahun 1929 dan ditawarkan dalam empat lini...
Alat Sulam Karawo
Peralatan yang digunakan dalam menyulam karawo yaitu gunting, jarum, silet, centimeter dan...
Foto Rumah Bersalin
Deskripsi / Informasi
Foto Rumah Bersalin (gedung ini sempat difungsikan sebagai Kantor Damri dan dibongkar guna dijadikan Hotel Grand Q). "Merujuk tulisan Nurnaningsih N. Abdul dan Sri Sutarni Arifin (2017) bahwa informasi terkait Rumah sakit bersalin tahun 1900an, diketahui bahwa setelah bangunan ini tidak difungsikan lagi sebagai rumah sakit, bangunan ini pernah menjadi kantor Damri, dan pada tahun 2003 beralihfungsi menjadi hotel Quality dengan gaya arsitektur yang baru. Selanjutnya pada tahun 2013 hingga saat ini berubah nama menjadi Grand Q Hotel. Sumber : - Nurnaningsih N. Abdul dan Sri Sutarni Arifin. Inventarisasi dan Dokumentasi Ragam Pusaka Arsitektur pada Kawasan Kota Tua Gorontalo. Prosiding Seminar Nasional Arsitektur Populis. 20 September 2017. ISBN: 978-602-6865-41-0 "
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Wamilo
Deskripsi / Informasi
Sejenis parang dengan mata besi berbentuk panjang rata dan salah satu sisinya tajam. Pandungo terbuat dari kayu kuning (Munggudu) berukuran ± 8 cm dan agak bengkok sedikit. Sarung kayu dari kayu kuning sebagai pasangan Wamilo bermakna lembut dan bahagia. Maksudnya dengan Wamilo, orang bisa merasa lembut, aman dan merasa tidak terganggu oleh apapun. Wamilo tidak boleh digunakan pada hari nahas (Lowanga).
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 20 Rp Tahun 1969
Deskripsi / Informasi
"Prangko bergambar logo Palang Merah. Warna merah, putih dan kuning. Diedarkan pada tanggal 5 Mei 1969. Prangko ini memuat : Tulisan ""LEAGUE OF RED CROSS SOCIETIES 1919 - 1969"" Tulisan nominal ""20,-"" Tulisan ""REPUBLIK INDONESIA"""
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 1 Sen Tahun 1964 Bergambar Sukarelawan
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar Pak Tani merupakan uang Seri Sukarelawan tahun 1964. Di negara kita, sebelum dan setelah kemerdekaan 1945, pernah beredar berjenis-jenis uang kertas. Bagi saya, yang paling menarik adalah uang kertas yang bernominal satu sen. Dikatakan menarik, karena sepanjang pengetahuan saya, umumnya nominal terkecil sen dicetak dalam bentuk uang logam (koin). Nilai-nilai di atasnya baru dicetak dalam bentuk uang kertas. Sepengetahuan saya pula, uang kertas bernominal satu sen pertama kali diterbitkan pada masa pendudukan Jepang (1942). Pada uang ini terdapat tulisan berbahasa Belanda De Japansche Regeering. Maklum Belanda memang lama menguasai Nusantara. Jelas maksud pengeluaran uang kertas ini agar masyarakat paham adanya jenis uang baru yang berbeda dari sebelumnya. Salah satu ciri negara merdeka adalah memiliki mata uang sendiri. Begitu pun Indonesia tentunya. ORI (Oeang Republik Indonesia) merupakan emisi pertama yang dikeluarkan pascakemerdekaan 17 Agustus 1945. ORI seri I bertanggal 17 Oktober 1945. Namun pada kenyataannya uang ini beredar jauh sesudahnya. Yah kita maklumi karena kondisi perang pada saat itu. Pecahan satu sen seri Sukarelawan tercatat dalam Guiness Book of World Records sebagai uang kertas bernilai terkecil di dunia. Menurut data dari buku Banknotes and Coins from Indonesia 1945-1990, pada 1964 itu kurs 1 dollar AS terhadap rupiah adalah Rp5.000,00 dan harga emas 24 karat Rp7.500,00 per gram. Bayangkan untuk menukar satu dollar AS saja dibutuhkan 5.000 x 100 = 500.000 lembar uang satu sen. Atau untuk membeli satu gram emas dibutuhkan 750.000 lembar uang satu sen.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 110 Rp tahun 1984
Deskripsi / Informasi
Prangko bergambar kapal laut. Warna biru, hitam dan oranye. Seri Rencana Pembangunan Lima Tahun. Diedarkan pada tanggal 1 April 1984. Prangko ini memuat : Tulisan "INDUSTRI KAPAL LAUT" Tulisan nominal "110,-" Tulisan "PELITA IV" dan tahun penerbitan Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Sambawa
Deskripsi / Informasi
Sejenis tombak dengan ujung besi runcing, bagian punggung tumpul dan bagian perutnya tajam. Pandungo senjata salah satu sisinya diukir seperti kaki lipan (terlipat ke dalam). Binatang lipan bermakna bahwa senjata ini berbahaya seperti gigitan lipan yang berbisa. Kesaktian yang dimiliki senjata ini adalah memiliki tenaga dalam (kekuatan menolak) jika dipakai pada malam dan siang hari Jum’at, dapat dilempar melayang-layang mengikuti perintah pengguna senjata dan ujung mata besinya yang runcing kadang-kadang mengeluarkan cahaya.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Bubo'o (Cambuk)
Deskripsi / Informasi
Bubo'o (cambuk) adalah alat untuk mengendalikan sapi atau kuda.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Bitu'o
Deskripsi / Informasi
Sejenis keris pusaka dengan mata besi berbentuk panjang berliku-liku (Pitu lo letu = 7 liku-liku) dan dua sisi ujungnya sangat tajam. Pangkalnya lebih lebar. Pandungo diukir berbentuk kepala ayam jantan (berbalung) yang bermakna keberanian ayam jantan yang selalu ingin menang (mematikan lawan). Pasangan Bitu'o adalah sarung kayu hitam yang dililit kain pita merah yang bermakna semangat pemberani. Kesaktian yang dimiliki oleh Bitu’o yaitu senjata ini terkesan panas, memiliki kekuatan melumpuhkan lawan, jika dipertapakan maka kekuatan keris dapat menolak segala penyakit. Pantangan senjata ini adalah tidak boleh disimpan di sembarangan tempat, harus tersembunyi; tidak boleh menjadi barang mainan; tidak boleh digunakan untuk peragaan tari dan sejenisnya; dan tidak boleh disentuh oleh wanita atau banci.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Kamera Zeiss
Deskripsi / Informasi
Kamera Zeiss Ikon Ikonta telah diproduksi sejak tahun 1929 dan ditawarkan dalam empat lini model (A, B, C, dan D) dengan format negatif yang berbeda (4,5 x 6, 6 x 6, 6 x 9, dan 6,5 x11cm). Produksi Super Ikonta dimulai tidak sampai tahun 1934 dengan Super Ikonta A (530) untuk negatif 4,5 x 6 cm. Pada dasarnya, varian Ikonta yang menyertakan pengintai yang digabungkan diberi nama Super Ikonta. Zeiss Ikonta dilengkapi dengan berbagai macam lensa dan penutup jendela. Jendela pasca perang biasanya memiliki sinkronisasi flash. Lensa yang dihasilkan setelah Perang Dunia II dilapisi, yang mengurangi pantulan cahaya di antara elemen lensa.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Alat Sulam Karawo
Deskripsi / Informasi
Peralatan yang digunakan dalam menyulam karawo yaitu gunting, jarum, silet, centimeter dan pamendangan, sedangkan bahannya yaitu kain, benang jahit, benang bordir dan benang emas. Dalam proses pembuatan karawo terdiri atas 3 tahap yaitu iris dan cabut benang, menyulam dan finishing. Proses iris dan cabut benang adalah membentuk batas dan merencanakan luas bidang yang akan diisi dengan karawo berdasarkan pola gambar yang ada. Proses menyulam adalah mengisi benang sesuai arah jalur benang, sedangkan tahap finishing adalah melilit jalur-jalur benang dengan satu kali lilitan untuk memperkuat jalur benang yang tidak disulam sehingga hasil akhir sulaman rapi. Ada 2 jenis karawo yaitu karawo manila dan karawo ikat. Karawo manila dibuat dengan teknik mengisi benang sulam secara berulang sesuai dengan motif yang sudah ada, sedangkan karawo ikat dilakukan dengan cara mengikat bagian-bagian bahan yang telah diiris dan dicabut serat benangnya mengikuti motif yang telah dibuat. Motif yang digunakan pada sulaman karawo antara lain motif geometris, tumbuhan, binatang, manusia, alam, kreasi/khayalan.