Kegiatan ini menghadirkan narasumber Wiwy T. Pulukadang, Reiners Bila, dan Feri Makuta, yang membahas secara mendalam mengenai Tidi Lo Oayabu sebagai salah satu warisan budaya tradisional Gorontalo yang memiliki nilai historis, filosofis, dan sosial yang tinggi. Kegiatan belajar bersama ini, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis mengenai sejarah, makna, dan fungsi Tidi Lo Oayabu, tetapi juga diajak untuk melakukan praktik langsung. Melalui sesi praktik tersebut, peserta diperkenalkan pada gerakan dasar tari, penggunaan properti kipas, serta nilai-nilai yang terkandung dalam setiap gerakan Tidi Lo Oayabu. Kombinasi antara pemaparan materi dan praktik ini bertujuan agar peserta dapat memahami Tidi Oayabu secara lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi pengetahuan saja.


Dalam kegiatan belajar bersama ini, peserta diberikan pemahaman mengenai sejarah Tidi Lo Oayabu yang berkembang sejak masa kerajaan Gorontalo, serta perannya dalam berbagai kegiatan adat, khususnya sebagai tari penyambutan tamu kehormatan dan simbol penghormatan dalam masyarakat. Selain itu, dijelaskan pula bahwa Tidi Lo Oayabu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan nilai, pembentukan karakter, serta identitas budaya lokal. Setiap gerakan dalam tarian ini mengandung makna kesantunan, kebijaksanaan, dan keseimbangan hidup yang diwariskan secara turun-temurun.
Melalui kegiatan ini, peserta juga diajak untuk memahami tantangan pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman, khususnya menurunnya minat generasi muda terhadap seni tradisional. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam menjaga keberlangsungan Tidi Lo Oayabu melalui revitalisasi, digitalisasi, serta penguatan pembelajaran seni budaya.
Kegiatan belajar bersama ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan kesadaran peserta akan pentingnya melestarikan warisan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
Penulis : Tomi Hikaya
Editor : IT MUSEUM