Semua Informasi & Layanan
Jelajahi seluruh data, layanan, dan informasi publik yang terstruktur.
Prangko 110 Rp tahun 1983
Prangko bergambar satelit. Diedarkan pada tanggal 17 Mei 1983. Prangko ini memuat :
Uang Kertas 50 Sen Tahun 1964
Uang kertas bergambar Sukarelawan merupakan uang Seri Sukarelawan tahun 1964. Di negara k...
Prangko 275 Rp tahun 1984
Prangko bergambar bendera negara-negara ASEAN dan logo ASEAN. Diedarkan pada tanggal 9 Jul...
Prangko 100 Rp tahun 1989
Prangko menampilkan visual tengkorak manusia purba Homo Erectus Sangiran 17 dan para pembu...
Prangko 110 Rp tahun 1983
Prangko bergambar peta Indonesia dan gerhana matahari total. Warna coklat dan oranye. Seri...
Kursi rotan
Kursi terbuat dari rotan, meja dari anyaman rotan dan kaca
Puade
Tempat duduk atau pelaminan pada pernikahan masyarakat adat Gorontolo disebut Puade. Puade...
Koin 100 Rupiah Tahun 1973 bergambar Rumah Gadang
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat tulisan Rp 100 di atas gambar ru...
Tempayan Kuningan
Tempayan
Dikili Arab
Judul: Naskah ini tidak diberi judul. Tetapi sesuai keterangan pada kulit awal tertulis “D...
LUKISAN CINCIN BERTUAH
Catatan sejarah memperlihatkan bahwa pada awal perkembangan kerajaan Gorontalo dan kerajaa...
Prangko 100 Rp tahun 1982
Prangko bergambar lambang daerah Provinsi Sulawesi Utara. Diedarkan pada tanggal 28 Juli 1...
Prangko 110 Rp tahun 1983
Deskripsi / Informasi
Prangko bergambar satelit. Diedarkan pada tanggal 17 Mei 1983. Prangko ini memuat :
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 50 Sen Tahun 1964
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar Sukarelawan merupakan uang Seri Sukarelawan tahun 1964. Di negara kita, sebelum dan setelah kemerdekaan 1945, pernah beredar berjenis-jenis uang kertas. Bagi saya, yang paling menarik adalah uang kertas yang bernominal satu sen. Dikatakan menarik, karena sepanjang pengetahuan saya, umumnya nominal terkecil sen dicetak dalam bentuk uang logam (koin). Nilai-nilai di atasnya baru dicetak dalam bentuk uang kertas. Sepengetahuan saya pula, uang kertas bernominal satu sen pertama kali diterbitkan pada masa pendudukan Jepang (1942). Pada uang ini terdapat tulisan berbahasa Belanda De Japansche Regeering. Maklum Belanda memang lama menguasai Nusantara. Jelas maksud pengeluaran uang kertas ini agar masyarakat paham adanya jenis uang baru yang berbeda dari sebelumnya. sesosok orang yang memakai seragam seperti satpam/hansip dengan logo dipundak kiri yang bertulisan sukarelawan. Semua pecahan seri ini dikeluarkan pada tanggal 13 Desember 1965. Uang ini diedarkan untuk pengisi nominal kecil akibat pemotongan nilai uang yang dilakukan oleh presiden Sukarno melalui Penetapan Presiden No 27 tahun 1965 tentang pengeluaran uang rupiah baru yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah bagi seluruh wilayah republik indonesia dan penarikan uang rupiah lama dari peredaran. Kita lihat sebagian isi dari PP tersebut . Setelah Jepang menyerah, Inggris kembali lagi ke negara ex jajahannya di semenanjung Malaya. Inggris ingin membuat negara federasi dengan menyatukan Malaya bersama-sama dengan Serawak, Sabah, Brunei yang berada di Kalimantan Utara sekaligus dengan Singapura. Sukarno yang mempunyai prinsip anti kolonialisme dan anti imperialisme, menentang keras keputusan tersebut. Perundingan pun berkali2 diadakan sampai puncaknya di KTT PBB Manila 5 Agustus 1963 yang menyimpulkan perlu adanya hak dari negara2 federasi/negara2 bagian untuk menentukan nasibnya sendiri.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 275 Rp tahun 1984
Deskripsi / Informasi
Prangko bergambar bendera negara-negara ASEAN dan logo ASEAN. Diedarkan pada tanggal 9 Juli 1984. Prangko ini memuat : Tulisan "SIDANG TAHUNAN MENTERI LUAR NEGERI ASEAN KE 17 DI JAKARTA" Tulisan nominal "275,-" Tulisan tahun penerbitan Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 100 Rp tahun 1989
Deskripsi / Informasi
Prangko menampilkan visual tengkorak manusia purba Homo Erectus Sangiran 17 dan para pemburu. Prangko bertema “100 Tahun Paleoantropologi Indonesia” yang dibuat dalam rangka memperingati genap satu abad Ilmu Manusia Purba Indonesia. Diedarkan pada tanggal 29 Juli 1989. Prangko ini memuat : Tulisan "Sangiran 17 Homo erectus" dan tahun penerbitan Tulisan nominal "100,-" Tulisan "100 Tahun Paleoantropologi Indonesia 1889-1989" Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 110 Rp tahun 1983
Deskripsi / Informasi
Prangko bergambar peta Indonesia dan gerhana matahari total. Warna coklat dan oranye. Seri Rencana Pembangunan Lima Tahun. Diedarkan pada tanggal 11 Juni 1983. Prangko ini memuat : Tulisan "GERHANA MATAHARI TOTAL" Tulisan nominal "110,-" Tulisan "TOTAL SOLAR ECLIPSE", bulan dan tahun penerbitan Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Kursi rotan
Deskripsi / Informasi
Kursi terbuat dari rotan, meja dari anyaman rotan dan kaca
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Puade
Deskripsi / Informasi
Tempat duduk atau pelaminan pada pernikahan masyarakat adat Gorontolo disebut Puade. Puade berasal dari bahasa arab : Fuaad, yang berarti duduk yang dibuat dan dirangkai sedemikian rupa dimana segala warna, bentuk dan hiasan mempunyai arti dan makna-makna tertentu.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 100 Rupiah Tahun 1973 bergambar Rumah Gadang
Deskripsi / Informasi
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat tulisan Rp 100 di atas gambar rumah suku Minangkabau, Rumah Gadang. Bagian belakang terdapat elemen bintang dan nilai mata uang bertuliskan: BANK Indonesia 100 RUPIAH 1973. Diameter 28 mm, tebal 1,90 mm, dan berat 9,80 gram. Koleksi diperoleh dengan cara ganti rugi dan masuk di museum tahun 2015.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Dikili Arab
Deskripsi / Informasi
Judul: Naskah ini tidak diberi judul. Tetapi sesuai keterangan pada kulit awal tertulis “Dikili Arab” Aksara: Arab Ukuran Tulisan: P 12cm x L 8cm Kondisi Tulisan: Masih dapat dibaca meskipun agak kabur, namun ada bagian-bagian kecil yang tidak jelas tulisannya karena tintanya melar. Tulisan menggunakan tinta berwarna biru. Halaman: - Tidak bernomor Isi naskah: Naskah ini sebagian besar berisi doa dan berbahasa Arab. Bentuknya ditulis langsung, artinya tidak dalam bentuk bait-bait atau syair. Pada halaman 9-13 menggunakan bahasa campuran yakni bahasa Arab dan bahasa Melayu, tetapi isinya kurang jelas.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
LUKISAN CINCIN BERTUAH
Deskripsi / Informasi
Catatan sejarah memperlihatkan bahwa pada awal perkembangan kerajaan Gorontalo dan kerajaan Limboto pernah dilanda perang saudara yang menghabiskan waktu hampir dua abad (kira-kira dari tahun 1485-1672). Perang saudara diakhiri dengan suatu perjanjian perdamaian yang dipelopori oleh Khatibi Da’a Eyato dari Gorontalo dan Hohuhu Popa dari Limboto. Perjanjian perdamaian itu dituangkan dalam suatu naskah yang ditandatangani oleh kedua tokoh tersebut pada hari Sabtu, 12 Sya’ban 1084 Hijriah (1673 Masehi), di mana perjanjian itu dikenal dengan sebutan Janjia Lo u Duluwo (perjanjian dwi tunggal), antara kerajaan Gorontalo dan Limboto.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 100 Rp tahun 1982
Deskripsi / Informasi
Prangko bergambar lambang daerah Provinsi Sulawesi Utara. Diedarkan pada tanggal 28 Juli 1982. Prangko ini memuat : Tulisan "LAMBANG DAERAH PROPINSI SULAWESI UTARA" Tulisan nominal "100,-" Tulisan tahun penerbitan Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"