Semua Informasi & Layanan
Jelajahi seluruh data, layanan, dan informasi publik yang terstruktur.
Silika dengan masa dasar kuarsa bercampur dengan mineral sulfida teroksidasi dengan tekstur berlapis
Batuan Silika yang ada di daerah Gorontalo merupakan batuan teralterasi kuat yang mendomin...
Foto Hotel Veldberg 1910
"Hotel Veldberg te Gorontalo, Noord-Celebes", hotel Veldberg di Gorontalo sekitar 01 April...
Prangko 350 Rp tahun 1989
Prangko menampilkan visual tengkorak manusia purba Homo Erectus Ngandong 7. Prangko bertem...
500 Rupiah Tahun 1991
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar keluarga ideal berpegangan tan...
Foto Pangeran Van Gorontalo 1870
"Prins" uit Gorontalo, pangeran Gorontalo sekitar tahun 1870. Diduga bernama Rais Monoarfa...
Foto Acara Khitanan di Gorontalo, 1910
"Besnijdenis te Gorontalo", khitanan/pembeatan di Gorontalo. KITLV 7420. Perjalanan adat...
Bituo
Senjata bitu’o atau sejenis dengan keris pusaka mata besi berbentuk panjang berliku-liku...
GARPU MAKAN
GARPU MAKAN
Koin 1 Rupiah Tahun 1970 Bergambar Burung Kutilang
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat tulisan Rp 1 di atas gambar burung K...
Prangko 200 Rp Tahun 1980 Bergambar Tentara
"Prangko bergambar seorang tentara memegang bendera. Warna merah, putih, dan abu-abu. Died...
10 Rupiah 1974
-
Bendera Merah Putih + Kotak
"Bendera Merah Putih beserta kotaknya adalah bendera yang pertama kali dikibarkan sejak be...
Silika dengan masa dasar kuarsa bercampur dengan mineral sulfida teroksidasi dengan tekstur berlapis
Deskripsi / Informasi
Batuan Silika yang ada di daerah Gorontalo merupakan batuan teralterasi kuat yang mendominasi pada bagian masa dasar adalah mineral kuarsa yang sudah tercampur dengan mineral sulfida teroksidasi dengan tekstur berlapis dikarenakan proses hidrothermal, diinterpretasi bahwa batuan tersebut berada pada vein batuan karena batuan tersebut memiliki batas mineral kuarsa dengan batuan samping.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Foto Hotel Veldberg 1910
Deskripsi / Informasi
"Hotel Veldberg te Gorontalo, Noord-Celebes", hotel Veldberg di Gorontalo sekitar 01 April 1910. Koleksi foto milik J.H.E. Van der Wal/Den Haag. KITLV 31040. Hotel Melati terletak di Jalan Wolter Monginsidi No. 05, Kelurahan Tenda RT VII/RW III, Kecamatan Kota Selatan. Sejak awal bangunan ini berfungsi sebagai penginapan, nama awalnya Hotel Velberg, kemudian sejak tahun 1960-an berubah nama menjadi Hotel Melati. Hotel Melati pertama kali dibangun pada tahun 1900 oleh Hendrik Vellberg seorang syahbandar pelabuhan Gorontalo pada masa itu. Hotel Melati adalah hotel pertama yang dibangun pada zaman Belanda di Gorontalo. Hotel ini dulunya lebih banyak digunakan oleh pelaut-pelaut yang kapalnya sedang singgah di pelabuhan Gorontalo (Inventarisasi Cagar Budaya 2010). "Bentuk bangunan ini merupakan perpanduan antara arsitektur kolonial dan arsitektur Sulawesi utara yang dibuat dari bahan kayu hitam. Lantai bagian terbuat dari campuran semen warna hitam, dinding dari kayu berwarna krem, jendela berbentuk panil dan menggunakan jendela dobel, jendela bagian dalam terbuat dari kaca,diatas jendela terdapat lubang angin, pintu panil dan bagian dalam dilapisi pintu kaca, plafon dari bahan papan, Atap bangunan berbentuk pelana dengan bahan seng, bagian depan terdapat teras yang ditopang dengan tiang dari kayu berjumlah 5 (lima) tiang. Hotel melati mempunyai kamar berjumlah 6 (enam) buah,3 (tiga) terletak disebelah kiri dan 3 (tiga) disebelah kanan.Bagian belakang bangunan berfungsi sebagai ruang makan dan dapur. Luas keseluruhan bangunan adalah 106, 4 m2 (Inventarisasi Cagar Budaya 2010). Sumber: - Inventarisasi Cagar Budaya 2010 "
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 350 Rp tahun 1989
Deskripsi / Informasi
Prangko menampilkan visual tengkorak manusia purba Homo Erectus Ngandong 7. Prangko bertema “100 Tahun Paleoantropologi Indonesia” yang dibuat dalam rangka memperingati genap satu abad Ilmu Manusia Purba Indonesia. Diedarkan pada tanggal 31 Agustus 1989. Prangko ini memuat : Tulisan "100 TAHUN PALEOANTROPOLOGI INDONESIA 1889-1989" Tulisan nominal "350,-" Tulisan "Ngandong 7 Homo erectus" dan tahun penerbitan Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
500 Rupiah Tahun 1991
Deskripsi / Informasi
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar keluarga ideal berpegangan tangan di bagian tengah di dalam rangkaian padi dan kapas dengan tulisan “KELUARGA BERENCANA MENUJU KESEJAHTERAAN RAKYAT” yang berarti rencana keluarga menuju kesejahteraan rakyat.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Foto Pangeran Van Gorontalo 1870
Deskripsi / Informasi
"Prins" uit Gorontalo, pangeran Gorontalo sekitar tahun 1870. Diduga bernama Rais Monoarfa. Dipotret oleh Woodbury & Page/Jawa. KITLV 155841.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Foto Acara Khitanan di Gorontalo, 1910
Deskripsi / Informasi
"Besnijdenis te Gorontalo", khitanan/pembeatan di Gorontalo. KITLV 7420. Perjalanan adat mome’ati di Gorontalo pada hakikatnya memiliki sejarah panjang hingga menjadi sebuat adat yang sudah paten. Hal ini tentunya mempunya landasan dasar sehingga adat ini masih tetap dipertahankan. Adapun dasar adat mome’ati (membaiat) adalah suatu keharusan syariat Islam yang merupakan perjanjian/ikrar dengan inti pengucapan kalimat syahadat, melaksanakan rukun Islam dan rukun iman secara utuh, sebagai seorang muslim mulai dari timbul kedewasaan (haid) (Muhiddin Bakry, 2016: 188). Adat mome’ati diikuti oleh beberapa urutan rangkaian ritual yang dimulai dari pemakaian leksem yang kental dengan adat yaitu, hulanthe, momuguto, momontho, wolimo- mo, mopogiho’o no pingga pitu, setengah bili’u, dan mome’ati. Pada pembacaan ikrar dan nasehat (mome’ati) terdapat nilai-nilai estetika; keindahan, keharuman, keserasian, kesehatan, kemulusan, kelembutan, kesejukan, kebahagiaan, kesejahteraan, Kebersihan, keceriaan, kemuliaan, dan kenikmatan. Lebih lanjut, terdapat 46 kesatuan leksikon pada benda-benda adat dalam ritual mome’ati meliputi 35 pemunculan nilai estetika, 28 nilai etika, 16 nilai religi, 15 nilai sosial, dan masing-masing 6 nilai budaya dan nilai didik.5 Ritual adat mome’ati yang sampai saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat Gorontalo, khususnya masyarakat kota Gorontalo adalah merupakan ekspresi spiritual. "Hal ini karena, makna religiusitas adalah sebuah ekspresi spiritual seseorang yang berkaitan dengan sistem keyakinan, nilai, hukum yang berlaku dan ritual. Ungkapan lain, religiusitas yaitu sikap keberagamaan yang berarti adanya unsur internalisasi agama ke dalam diri seseorang. Selain itu, pendapat lain mengatakan bahwa religiusitas merupakan sebuah proses untuk mencari sebuah jalan kebenaran yang berhubungan dengan sesuatu yang sakral. Oleh karena itu, berangkat dari permasalahan di atas, maka dalam penelitian ini akan mengkaji tentang fenomena studi keberagamaan Islam Nusantara terhadap aspek-aspek religiusitas adat mome’ati pada masyarakat kota Gorontalo dan bagaimana pandangan ajaran Islam terhadap adat momeati pada masyarakat kota Gorontalo yang sampai saat ini masih dipertahankan (Muhiddin Bakry, 2016: 187). Sumber: - Muhiddin Bakry. Nilai-Nilai Religiusitas Adat Mo Me’ati Pada Masyarakat Kota Gorontalo (Replika Islam Nusantara), dalam Jurnal A Al-Ulum Volume 16 Number 1 June 2016, hlm 185-207. "
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Bituo
Deskripsi / Informasi
Senjata bitu’o atau sejenis dengan keris pusaka mata besi berbentuk panjang berliku-liku (pitu lo letu= 7 liku-liku) dan dua sisi ujungnya sangat tajam. Pangkalnya lebih lebar . Pandungo di ukir berbentuk kepala ayam ( berbalung ) yang bermakna keberanian ayam jantan yang selalu ingin menang ( mematikan lawan. Pasangan buti’o adalah sarung kayu hitam yang dililit kain pita merah yang bermakna semangat pemberani.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 1 Rupiah Tahun 1970 Bergambar Burung Kutilang
Deskripsi / Informasi
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat tulisan Rp 1 di atas gambar burung Kutilang (Rhipidura aureola). Bagian belakang terdapat elemen bintang dan nilai mata uang bertuliskan: BANK INDONESIA 1 RUPIAH 1970. Diameter 22 m, tebal 1,80 mm dan berat 1,42 gr. Diperoleh dengan cara “ganti rugi”, serta masuk ke museum tahun 2015.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 200 Rp Tahun 1980 Bergambar Tentara
Deskripsi / Informasi
"Prangko bergambar seorang tentara memegang bendera. Warna merah, putih, dan abu-abu. Diedarkan pada tanggal 17 Agustus 1980. Prangko ini memuat : Tulisan ""FONDS KEMERDEKAAN 15 SEN N.R. INDONESIA"" Tulisan nominal ""200,-"" Tulisan tahun penerbitan Tulisan ""REPUBLIK INDONESIA"""
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Bendera Merah Putih + Kotak
Deskripsi / Informasi
"Bendera Merah Putih beserta kotaknya adalah bendera yang pertama kali dikibarkan sejak berdirinya Provinsi Gorontalo setelah berpisah dari Provinsi Sulawesi Utara pada upacara HUT ke-56 Proklamasi RI 17 Agustus 2001 tingkat Provinsi Gorontalo di halaman eks Kantor Gubernur Gorontalo, Jl. Jenderal Sudirman Kota Gorontalo. Bendera ini diserahkan ke Museum Provinsi oleh Gubernur Gorontalo periode 2011 - 2017, Drs. Rusli Habibie, M.AP pada upacara HUT ke-71 Proklamasi RI 17 Agustus 2016. Adapun dasar hukum berdirinya provinsi Gorontalo adalah Undang-Undang Nomor 38 tahun 2000 (Apriyanto, 2012) Sumber: - Joni Apriyanto. 2012. Sejarah Gorontalo Modern: Dari Hegemoni Kolonial Ke Provinsi. Yogyakarta: Ombak. "