Semua Informasi & Layanan
Jelajahi seluruh data, layanan, dan informasi publik yang terstruktur.
Polopalo boks (Bongolato)
Polopalo boks adalah bentuk modifikasi modern dari Polopalo, alat musik tradisional Goront...
Wadah Krimer (Turren)
Wadah Krimer abad 19-an
Prangko 35 Rp Tahun 1979
"Prangko bergambar perubahan. Warna hijau. Seri Rencana Pembangunan Lima Tahun. Diedarkan...
Goroba (Gerobak)
Goroba merupakan alat transportasi masa lampau yang diperkirakan digunakan pada tahun 1957...
Prangko 110 Rp Hari Anak - anak Nasional Tahun 1984
Prangko bergambar anak-anak sedang berkemah. Diedarkan pada tanggal 17 Juni 1984. Prangko...
Banggo
Sejenis parang dengan mata besi berbentuk panjang lurus, salah satu sisi dan ujungnya taja...
Fosil Terumbu
Terumbu terdiri dari hewan invertebrata kecil, yang dikenal sebagai zooid, yang terlihat s...
Payunga (Khitanan)
Baju adat payunga yang digunakan untuk khitanan
Upiya Karanji
Upiya Karanji terbuat dari anyaman Pohon Mintu (sejenis rotan) yang tumbuh liar dan lebat...
SENDOK PERAK
SENDOK PERAK
Uang Kertas 10.000 Rupiah Tahun 1998 Bergambar Tjut Njak Dhien
Uang Kertas 10.000 Rupiah Tahun 1998 Bergambar Tjut Njak Dhien dibagian depan, segara Arak...
Koin 10 Rupiah Tahun 1971 bergambar Padi dan Kapas
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat tulisan Rp 10 di bagian tengah de...
Polopalo boks (Bongolato)
Deskripsi / Informasi
Polopalo boks adalah bentuk modifikasi modern dari Polopalo, alat musik tradisional Gorontalo yang terbuat dari bambu berbentuk garpu tala raksasa, di mana "box" mengacu pada pengembangan Polopalo agar memiliki tangga nada lebih lengkap, lebih mudah dimainkan dengan pemukul karet, dan bisa menghasilkan harmoni lebih kaya untuk musik kontemporer, bukan sekadar alat pukul tradisional yang dibunyikan di lutut. Polopalo (asli) adalah idiofon bambu yang dipukul di lutut untuk nada sederhana, sementara "Polopalo Box" adalah versi yang dikembangkan untuk ensambel musik modern dengan variasi nada (oktaf), membuatnya lebih serbaguna.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Wadah Krimer (Turren)
Deskripsi / Informasi
Wadah Krimer abad 19-an
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 35 Rp Tahun 1979
Deskripsi / Informasi
"Prangko bergambar perubahan. Warna hijau. Seri Rencana Pembangunan Lima Tahun. Diedarkan pada tanggal 1 April 1979. Prangko ini memuat : Tulisan ""PEMERATAAN KEBUTUHAN PERUMAHAN"" Tulisan nominal ""35,-"" Tulisan ""PELITA"" dan tahun penerbitan Tulisan ""REPUBLIK INDONESIA"""
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Goroba (Gerobak)
Deskripsi / Informasi
Goroba merupakan alat transportasi masa lampau yang diperkirakan digunakan pada tahun 1957. Goroba/cikar ini digunakan untuk mengangkut barang atau orang. Goroba sering digunakan bersama Bubo'o atau cambuk.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 110 Rp Hari Anak - anak Nasional Tahun 1984
Deskripsi / Informasi
Prangko bergambar anak-anak sedang berkemah. Diedarkan pada tanggal 17 Juni 1984. Prangko ini memuat : Tulisan "HARI ANAK-ANAK NASIONAL" Tulisan nominal "110,-" Tulisan "+25,-" Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Banggo
Deskripsi / Informasi
Sejenis parang dengan mata besi berbentuk panjang lurus, salah satu sisi dan ujungnya tajam. Pandungo terbuat dari kayu, berukiran seperti mulut ular dengan lidah pendek bercabang dua yang bermakna Banggo berbahaya seperti ular berbisa. Pasangannya sarung terbuat kayu disebut Ta’upo dengan pangkal sarung bermotif ujung kembang topi adat (Payungo). Motif ini bermakna pemegang Banggo tahu akan norma-norma adat istiadat Gorontalo.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Fosil Terumbu
Deskripsi / Informasi
Terumbu terdiri dari hewan invertebrata kecil, yang dikenal sebagai zooid, yang terlihat seperti anemon laut kecil. Zooid memakan partikel makanan kecil yang mereka temukan di air di sekitar mereka. Banyak zooid membentuk koloni, banyak koloni membentuk terumbu. Terumbu karang dapat berupa struktur besar, membentang ratusan mil. Terumbu adalah fosil yang sangat penting. Banyak terumbu memiliki kerangka luar yang keras yang terbuat dari kalsium karbonat. Eksoskeleton inilah yang biasanya menjadi fosil. Ketika terumbu mati, kerangkanya dapat dipecah untuk membentuk batu kapur. Endapan fosil terumbu sering digunakan untuk pembuatan suplemen Kesehatan dan obat-obatan karena kandungan kalsium, kalium, magnesium, dan natriumnya yang tinggi. Fosil terumbu dapat menghilangkan kotoran kimia seperti klorin dan formaldehida sehingga terumbu digunakan dalam industri pupuk dan filter pemurnian air.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Payunga (Khitanan)
Deskripsi / Informasi
Baju adat payunga yang digunakan untuk khitanan
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Upiya Karanji
Deskripsi / Informasi
Upiya Karanji terbuat dari anyaman Pohon Mintu (sejenis rotan) yang tumbuh liar dan lebat di dalam hutan, terhampar luas di semenanjung Gorontalo. Upiya Karanji sangat nyaman digunakan ketika beribadah (sholat) maupun dalam beraktifitas sehari-hari karena memiliki sirkulasi udara yang sangat baik sehingga tidak membuat pemakainya gerah.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 10.000 Rupiah Tahun 1998 Bergambar Tjut Njak Dhien
Deskripsi / Informasi
Uang Kertas 10.000 Rupiah Tahun 1998 Bergambar Tjut Njak Dhien dibagian depan, segara Arak dibagian belakang.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 10 Rupiah Tahun 1971 bergambar Padi dan Kapas
Deskripsi / Informasi
Bahan tembaga-nikel, bentuk bulat. Bagian depan terdapat tulisan Rp 10 di bagian tengah dengan gambar padi dan kapas (hasil pertanian utama yang melambangkan makanan dan pakaian. Terdapat tulisan “TINGKATKAN PRODUKSI SANDANG PANGAN” yang berarti bangkitlah produksi pakaian dan makanan. Koin ini merupakan koin khusus mengangkat isu F.A.O (The Food and Agriculture Organization, sebuah organisasi Pangan dan Pertanian PBB). Bagian belakang terdapat elemen bintang dan nilai mata uang bertuliskan: BANK INDONESIA 10 RUPIAH 1971. Diameter 16 mm, tebal 1,2 mm, berat 1,77 gr. Diperoleh dengan cara “ganti rugi” serta masuk ke Museum tahun 2015.