Etnografi
Imported from master_kategoris#11
Badi
Sejenis keris dengan mata besi berpunggung rata, bagian perutnya cembung dan tajam serta u...
Baju adat Mohuntingo (Aqiqah/Gunting Rambut)
Baju adat yang digunakan anak-anak (bayi) pada saat acara adat Mohuntingo (Aqiqah). Mohun...
Baju Adat Molihu lo Limu (Mandi Lemon)
Baju adat yang digunakan oleh anak perempuan saat acara adat Mopolihu lo Limu (Mandi Lemon...
Baju Adat Payunga
-
1 SET TEMPAT ROKOK
1 SET TEMPAT ROKOK
Baju Adat Wolimomo Merah
-
Baju Takowa
Baju takowa yang biasanya digunakan oleh pemangku adat dan laki-laki di acara adat Goronta...
Baladu
Senjata berbentuk keris pendek dengan ukiran pandungo bermotif mahkota dan tameng (ta’upo)...
Banggo
Sejenis parang dengan mata besi berbentuk panjang lurus, salah satu sisi dan ujungnya taja...
Batu Giling
Perkakas yang digunakan untuk melumatkan/menghancurkan bahan makanan seperti beras, jagung...
Batu Giling
Perkakas yang digunakan untuk melumatkan/menghancurkan bahan makanan seperti beras, jagung...
Bendi
Transportasi tradisional sejak zaman dahulu (tahun 1860) yang ditarik seekor kuda dengan u...
Badi
Deskripsi / Informasi
Sejenis keris dengan mata besi berpunggung rata, bagian perutnya cembung dan tajam serta ujungnya runcing. Pandungo senjata terbuat dari kayu kuning diukir berbentuk kepala ular yang bermakna bahwa Badi berbahaya seperti ular berbisa. Pasangan Badi adalah sarung kayu kuning dengan pangkal sarung diukir berbentuk bagian depan payungo (topi adat) melengkung ke atas yang bermakna bahwa setiap pemakai senjata ini terkesan “Lengge-lengge”, artinya lebih perkasa dari yang lain. Bagian bawah sarung kayu diukir 4 kembang mencuat ke bawah yang bermakna: 1). 4 kembang menunjukkan 4 unsur yaitu Huta (tanah), Tulu (api), Dupoto (angin) dan Taluhu (air) yang bermakna milik Raja (pemakai Badi). 2). Mencuat ke bawah bermakna semua benda alam tersebut di atas akan masuk ke dalam tanah tertancap keras tidak boleh dibawa ke mana-mana. Kesaktian yang dimiliki Badi adalah sering mengeluarkan cahaya pada ujungnya yang tajam dan dapat dilempar menemui sasaran jika digunakan dengan tenaga dalam. Pantangannya adalah tidak boleh kelihatan jika dibawa serta, tidak boleh disimpan di sembarangan tempat dan tidak boleh disentuh atau dipegang oleh wanita.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Baju adat Mohuntingo (Aqiqah/Gunting Rambut)
Deskripsi / Informasi
Baju adat yang digunakan anak-anak (bayi) pada saat acara adat Mohuntingo (Aqiqah). Mohuntingo merupakan bagian dari menjalankan syare’at Islam yang di Gorontalo dipahami sebagai bagian dari pelaksanaan prinsip adat yang dikenal dengan “adati hula-hula’a to sara’a, sara’a hula-hula’a to kuru;ani atau adat bersendikan syara, dan syara’ bersendikan al-qur’an, oleh sebab itu setiap anggota masyarakat suku Gorontalo sebagai Muslim sejati, wajib melaksanakannya. Sebagai syukuran atas kebahagiaan yang dilimpahkan Allah, dengan menitipkan amanahnya kepada kedua orang tua, yang ditandai dengan aqiqah. Tahap-tahap upacara itu adalah: 1. Tahapan memaklumkan; Bila undangan telah hadir terutama para petugas upacara seperti hatibi, imam, serta pemerintah yang dipercayai akan memaklmkan kepada petugas bahwa bohu lo hundingo akan dimulai. Bohu lo huntingo akan dinyatakan dimulai bila semua perlengkapan telah tersedia; 2. Tahap penyetujuan; Tahap pemaklumatan akan disetujui oleh petugas bila tidak ada masalah-masalah lain yang bisa menghambat upacara. 3. Tahap doa; Doa akan dilaksanakan bila dipersilahkan oleh petugas atau pelaksana upacara. Doa upacara terbagi dua, yaitu doa berupa shalawat dan doa berupa pelaguan bahasa upacara. 4. Tahap pengguntingan; Tahap ini dimulai dengan pelaguan bahasa upacara dan pengarakan anak. Anak diarak sambil dipayungi, kemudian diserahkan kepada petugas yang akan melakukan pengguntingan. 5. Tahap pengusapan kening; Pengusapan kening dilakukan setelah tahap pengguntingan. Dalam hal ini setiap hadirin wajib mengusap kening anak sambil berdiri. 6. Tahap akhir/pemulangan; Anak akan dipulangkan ke tempatnya, sedangkan hadirin boleh duduk kembali. Setelah itu doa akan dilakukan berupa doa shalawat serta pemotongan hewan kurban serta pembagiannya kepada fakir miskin atau anak yatim. Sumber : - https://kebudayaan.kemdikbud.go.id - https://steemit.com/indonesia/@armour/tradisi-hundingo-potong-rambut-di-gorontalo
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Baju Adat Molihu lo Limu (Mandi Lemon)
Deskripsi / Informasi
Baju adat yang digunakan oleh anak perempuan saat acara adat Mopolihu lo Limu (Mandi Lemon)
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Baju Takowa
Deskripsi / Informasi
Baju takowa yang biasanya digunakan oleh pemangku adat dan laki-laki di acara adat Gorontalo.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Baladu
Deskripsi / Informasi
Senjata berbentuk keris pendek dengan ukiran pandungo bermotif mahkota dan tameng (ta’upo) dari kayu hitam. Makna motif mahkota adalah berwibawa/perkasa, artinya pemegang senjata ini akan kelihatan perkasa. Bentuk mata besi lurus, tebal di tengah dan kedua sisi serta ujungnya tajam. Pasangan senjata ini adalah sarung (ta’upo) yang terbuat dari kayu hitam. Baladu memiliki kesaktian pada saat bulan sabit di langit, mata besinya dapat bercahaya seperti 3 hari bulan sabit. Pantangannya adalah tidak boleh disentuh oleh wanita atau banci.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Banggo
Deskripsi / Informasi
Sejenis parang dengan mata besi berbentuk panjang lurus, salah satu sisi dan ujungnya tajam. Pandungo terbuat dari kayu, berukiran seperti mulut ular dengan lidah pendek bercabang dua yang bermakna Banggo berbahaya seperti ular berbisa. Pasangannya sarung terbuat kayu disebut Ta’upo dengan pangkal sarung bermotif ujung kembang topi adat (Payungo). Motif ini bermakna pemegang Banggo tahu akan norma-norma adat istiadat Gorontalo.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Batu Giling
Deskripsi / Informasi
Perkakas yang digunakan untuk melumatkan/menghancurkan bahan makanan seperti beras, jagung, kacang hijau menjadi tepung. Terbuat dari batu dan pegangan dari besi. Cara penggunaannya,beras dimasukkan ke dalam lubang kemudian diputar secara manual menggunakan tangan dengan menarik kayu pegangan berputar secara berlawanan sesuai arah jarum jam. Selanjutnya bahan makanan akan keluar dari samping dalam bentuk bubuk/tepung.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Batu Giling
Deskripsi / Informasi
Perkakas yang digunakan untuk melumatkan/menghancurkan bahan makanan seperti beras, jagung, kacang hijau menjadi tepung. Terbuat dari batu dan merupakan alat tradisional masyarakat gorontalo. Cara penggunaannya,beras dimasukkan ke dalam lubang kemudian diputar secara manual menggunakan tangan dengan menarik kayu pegangan berputar secara berlawanan sesuai arah jarum jam. Selanjutnya bahan makanan akan keluar dari samping dalam bentuk bubuk/tepung.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Bendi
Deskripsi / Informasi
Transportasi tradisional sejak zaman dahulu (tahun 1860) yang ditarik seekor kuda dengan ukuran panjang 2,57 meter dan lebar 1 meter.