Etnografi
Imported from master_kategoris#11
Sendok Kuah Perak
-
SENDOK MAKAN KUNINGAN
SENDOK MAKAN KUNINGAN
Sendok Makan Kuningan
-
SENDOK PERAK
SENDOK PERAK
SENDOK TEH
SENDOK TEH
Setrika
-
Setrika Besar Kuningan
-
Sulembeli
Sejenis keris panjang dengan pegangan kayu hitam berukuran ± 8 cm dan diukir bentuk posisi...
Sumala
Sejenis pedang panjang dengan mata besi berbentuk panjang lurus, ujungnya agak lebar dari...
Tadui-dui
Sejenis keris yang memiliki ujung melengkung meruncing tajam dengan bagian mata besi di ba...
Tambaluda
-
Tambaluda /Hukede/Tempolong
-
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
SENDOK MAKAN KUNINGAN
Deskripsi / Informasi
SENDOK MAKAN KUNINGAN
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Sulembeli
Deskripsi / Informasi
Sejenis keris panjang dengan pegangan kayu hitam berukuran ± 8 cm dan diukir bentuk posisi kepala tunduk. Makna kepala menunduk adalah pemegang senjata ini jika menghadap raja dengan sikap menundukkan kepala sebagai tanda hormat. Senjata ini memiliki pasangan sarung kayu hitam dengan lilitan kain merah. Pemegang senjata ini seperti KOPASUS raja, setiap saat siap siaga dapat perintah untuk menyerang. Kesaktian Sulembeli adalah sewaktu-waktu pandungo mengeluarkan asap (panas). Senjata ini memiliki pantangan tidak boleh disimpan di bawah kaki jika sedang tidur.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Sumala
Deskripsi / Informasi
Sejenis pedang panjang dengan mata besi berbentuk panjang lurus, ujungnya agak lebar dari pangkalnya dan tajam pada satu sisi saja. Pandungo terbuat dari kayu hitam berukiran mulut buaya. Makna ukiran tersebut adalah pemegang Sumala buas seperti buaya. Sumala menggunakan pasangan sarung dari kayu hitam berukiran cakar-cakar kaki (kuku kaki) buaya yang bermakna Sumala tidak boleh dipegang oleh sembarangan orang, karena cakar kaki buaya tidak setiap saat digunakan untuk berjalan atau menggali liang telurnya. Ujung bawah sarung berbentuk seperti segi empat tidak berukir yang bermakna bahwa 4 penjuru mata angin (utara, selatan, timur, barat) akan menjadi aman jika semua orang berlindung di bawah kekuasaan Sumala. Kesaktiannya yang dimiliki oleh Sumala yaitu ketika digunakan untuk menyerang lawan, jika diacungkan menebas, kena atau tidak kena pasti lawannya mati. Senjata ini jika tidak diramu dengan kemenyan (dupa bakar) atau totabu dan alama dibakar pada bara (api) tempurung di atas Polutube setiap malam Jum’at maka ketajaman besinya akan berkurang sehingga tidak mampu menyerang musuh. Sumala memiliki beberapa pantangan, yaitu tidak boleh disimpan di sembarang tempat, tidak boleh dipegang sembarangan, tidak boleh diasah selain pada bulan purnama (bulan 15 hari di langit) dan tidak boleh disentuh/dipegang oleh wanita).
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Tadui-dui
Deskripsi / Informasi
Sejenis keris yang memiliki ujung melengkung meruncing tajam dengan bagian mata besi di bagian perut agak cembung dan tajam. Pandungo berukuran ± 8 cm dengan ukiran kepala ayam jantan sedang berkokok yang bermakna senjata ini membawa keberuntungan jika dibawa berperang dan pasti selalu menang. Pasangan senjata adalah sarung (Ta’upo) dari kayu hitam berukir bagian muka Payungo yang bermakna keperkasaan. Kesaktian yang dimiliki senjata ini yaitu sewaktu-waktu dapat berbunyi seperti ayam berkokok dan jika dibawa untuk undian, judi, berdagang pasti untung. Pantangannya yaitu tidak boleh dikeluarkan/dibawa berperang jika terdengar ada ayam berkokok dan tidak boleh disentuh oleh wanita.