Numismatika
Imported from master_kategoris#19
Uang Kertas 1 Rupiah Tahun 1961 Bergambar Bunga Bangkai
Uang kertas bergambar Petani Sawah merupakan uang Seri Sandang Pangan tahun 1961. Uang in...
Uang Kertas 1 Rupiah Tahun 1968 Bergambar Jenderal Sudirman
Uang kertas bergambar Jenderal Sudirman merupakan uang Seri Sudirman tahun 1968, dan uang...
Uang Kertas 1 Sen Tahun 1964 Bergambar Sukarelawan
Uang kertas bergambar Pak Tani merupakan uang Seri Sukarelawan tahun 1964. Di negara kita...
Uang Kertas 10 Rupiah Bergambar Bunga Teratai
Uang kertas bergambar bunga teratai dan sepasang burung Kakatua merupakan uang Seri Bunga...
Uang Kertas 10 Rupiah Tahun 1950 Bergambar Soekarnao
Uang kertas bergambar Soekarno merupakan uang Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) yang...
Uang Kertas 10 Rupiah Tahun 1963 Bergambar Pemahat Kayu
Uang kertas bergambar Pemahat Kayu merupakan uang Seri Pekerja Tangan tahun 1963. Sekitar...
Uang Kertas 10 Rupiah Tahun 1968 Bergambar Jenderal Sudirman
Uang Kertas Bergambar Jenderala Sudirman Merupakan Uang Seri Sudirman Tahun 1968, dan uang...
Uang Kertas 100 rupiah 1984 bergamabar burung dara mahkota goura victoria
Uang Kertas 100 rupiah 1984 bergamabar burung dara mahkota goura victoria dengan tanda air...
Uang Kertas 100 Rupiah Tahun 1957 Bergambar Tupai
Uang kertas bergambar Tupai di bagian depan, terdiri tiga variasi nomor seri yaitu 1 huruf...
Uang Kertas 100 Rupiah Tahun 1958 Bergamabar Menada Karet
Uang kertas bergambar Orang Menadah Karet, memiliki tanda air bergambar kepala banteng, h...
uang Kertas 100 Rupiah Tahun 1959 Bergambar Bunga Bangkai
Uang kertas bergambar bunga bangkai/Amorphophallus titanum merupakan uang Seri Bunga tahu...
Uang Kertas 100 Rupiah Tahun 1968 Bergambar Jenderal Sudirman
Uang Kertas Bergambar Jenderala Sudirman Merupakan Uang Seri Sudirman Tahun 1968, dan uang...
Uang Kertas 1 Rupiah Tahun 1961 Bergambar Bunga Bangkai
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar Petani Sawah merupakan uang Seri Sandang Pangan tahun 1961. Uang ini dicetak banyak sekali sejin uang kertas yang terdiri dari berbagai pecahan dari terkecil sampai terbesar. Hamper semua pecahan yang berasal dari periode ini mempunyai nilai jual yang rendah kecuali satu dua jenis yang mempunyai harga agak lumayan. Terdiri dari pecahan satu dan dua setengah rupiah. Mempunyai gambar dan corak yang dengan terbitan 1961, sangat mudah ditemukan dan bernilai jual sekitar Rp 500 s/d Rp 5000 perlembar. Terdiri dari pecahan satu dan dua setengah rupiah . mempunyai gambar dan corak yang sama dengan terbitan 1960, sangat mudah ditemukan dan bernilai jual sekitar Rp. 15000-an/lembar. Ada tulisan Republik Indonesia dan tanda pembajaran jang sah (di baca tanda pembayaran yang sah) satu rupiah. Uang 1 rupiah tahun 1961 ditandatangani oleh menteri keuangan saat itu yakni RM. Notohamiprodjo. Tercantum nominal 1 dengan ukuran besar di bagian kiri dan angka 1 ukuran sedang di bagian kanan atas.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 1 Rupiah Tahun 1968 Bergambar Jenderal Sudirman
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar Jenderal Sudirman merupakan uang Seri Sudirman tahun 1968, dan uang seri lengkap terakhir yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Gambar depan semua pecahan tentu saja sama yakni jenderal sudirman. Pada gambar depan jendral sudirman dan gambar belakang wanita mencungkil serta dipercetakan P.N. Pertjetakan kabajora dan di tandatangani Drs. Radius Prawiro, Soeksmono B. Martokoesoemo. Salah satu seri uang kertas yang di patut mendapat perhatian adalah seri sudirman seri sudirman merupakan seri terbanyak yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada 1968. Gambar muka sudirman rata-rata sama, yakni wajah sudirman memakai blangkon dilengkapi gambar pancasila. Yang berbeda adalah gambar belakang. Seri sudirman merupakan emisi terlengkap yang diterbitkan sekaligus oleh bank Indonesia. Setelah itu diterbitkan sekaligus bank Indonesia. Sudirman di tampilakan dalam uang kertas karena merupakan tokoh jendral besar Raden Soedirman
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 1 Sen Tahun 1964 Bergambar Sukarelawan
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar Pak Tani merupakan uang Seri Sukarelawan tahun 1964. Di negara kita, sebelum dan setelah kemerdekaan 1945, pernah beredar berjenis-jenis uang kertas. Bagi saya, yang paling menarik adalah uang kertas yang bernominal satu sen. Dikatakan menarik, karena sepanjang pengetahuan saya, umumnya nominal terkecil sen dicetak dalam bentuk uang logam (koin). Nilai-nilai di atasnya baru dicetak dalam bentuk uang kertas. Sepengetahuan saya pula, uang kertas bernominal satu sen pertama kali diterbitkan pada masa pendudukan Jepang (1942). Pada uang ini terdapat tulisan berbahasa Belanda De Japansche Regeering. Maklum Belanda memang lama menguasai Nusantara. Jelas maksud pengeluaran uang kertas ini agar masyarakat paham adanya jenis uang baru yang berbeda dari sebelumnya. Salah satu ciri negara merdeka adalah memiliki mata uang sendiri. Begitu pun Indonesia tentunya. ORI (Oeang Republik Indonesia) merupakan emisi pertama yang dikeluarkan pascakemerdekaan 17 Agustus 1945. ORI seri I bertanggal 17 Oktober 1945. Namun pada kenyataannya uang ini beredar jauh sesudahnya. Yah kita maklumi karena kondisi perang pada saat itu. Pecahan satu sen seri Sukarelawan tercatat dalam Guiness Book of World Records sebagai uang kertas bernilai terkecil di dunia. Menurut data dari buku Banknotes and Coins from Indonesia 1945-1990, pada 1964 itu kurs 1 dollar AS terhadap rupiah adalah Rp5.000,00 dan harga emas 24 karat Rp7.500,00 per gram. Bayangkan untuk menukar satu dollar AS saja dibutuhkan 5.000 x 100 = 500.000 lembar uang satu sen. Atau untuk membeli satu gram emas dibutuhkan 750.000 lembar uang satu sen.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 10 Rupiah Bergambar Bunga Teratai
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar bunga teratai dan sepasang burung Kakatua merupakan uang Seri Bunga tahun 1959 yang dicetak oleh Thomas De La Rue (TDLR), terdiri dari 3 variasi nomor seri yaitu 1 huruf, 2 huruf dan 3 huruf. Seri bunga mempunyai corak yang sangat menarik dengan gambar berbagai bunga di bagian depan dan burung di bagian belakang. Uang ini mempunyai tanda air garuda pancasila ini sangat banyak memiliki variasi nomor seri. Seri bunga ini burung ini sangat digemari oleh para kolektor baik local maupun mancanegara karena bentuknya yang indah, warnanya yang bagus dan tingkat kesulitannya yang sangat bervariasi dari sangat mudah sampai sangat-sangat sukar. Bergambar bunga teratai dan sepasang burung kakak tua, sangat banyak ditemukan dan tidak ada kesulitan yang berarti dalam memperolehnya. Variasi tiga huruf UNC bernilai sama dengan pecahan 5 rupiah yaitu sektar 5 ribuan s/d 10 ribuan perlembarnya. Sedangkan variasi 1 huruf UNC sekitar 50-100 ribuan pelembar.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 10 Rupiah Tahun 1950 Bergambar Soekarnao
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar Soekarno merupakan uang Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) yang bertanggal 1 januari 1950, seri pengganti uang ORI, dicetak oleh Thomas De La Rue dan ditandatangani oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara. Pecahan 10 rupiah bernomor seri E1 sampai D19. Pemerintah RIS mengluarkan uang kertasnya yang pertama dan sekaligus yang terakhir dengan pecahan 5 dan 10 Rupiah dengan tanggal emisi 1 Januari 1950. Uang ini dicetak di Thomas de la Rue & Co. Ltd, London, dan demi pertimbangan penyehatan keuangan, pada sekitar Februari 1950. Pada masa tersebut ada peristiwa yang menarik dan mengejutkan yang terkenal dengan sebutan peristiwa "gunting Sjafruddin", dimana pada tanggal 20 Maret 1950, Pemerintah RIS (Kabinet Hatta) melalui surat keputusan Mentri keuangan RIS nomer PU / 1 menetapkan untuk "menggunting" uang kertas De Javasche Bank & Hindia Belanda dari pecahan 5 gulden ke atas menjadi 2 bagian. RIS berusaha mengontrol kondisi ini dengan mengumumkan pelaksanaan Gunting Syafruddin pada 19 maret 1950. Selain itu RIS juga sempat mencetak uang sendiri. Tetapi pendeklarasian formal kemerdekaan Indonesia sebagai Negara kesatuan republic Indonesia pada 17 agustus 1950 membuat uang RIS jadi berumur pendek.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 10 Rupiah Tahun 1963 Bergambar Pemahat Kayu
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar Pemahat Kayu merupakan uang Seri Pekerja Tangan tahun 1963. Sekitar tahun 1958, pemerintah RI merilis uang kertas Bank Indonesia seri hewan dan selanjutnya Bank Indonesia kembali merilis uang uang rupiah kertas seri terbaru. Kali ini dengan tema pekerja tangan. Uang rupiah ini dicetak di percetakan kebajoran. Seri pekerja tahun 1958 ini merupakan seri yang termudah didapatkan, tidak banyak variasi, dan berharga tidak terlalu mahal semua pecahan mempunyai tanda air bergamabar kepala benteng dan hanya mempunyai satu variasi kecuali pecahan 5000 violet yang bertanda air garuda pancasila dengan dua variasi. 10 rupiah relative mudah di dapatkan, berharga tidak terlalu mahal hanya berkisar puluhan ribu rupiah saja. Seharusnya para kolektrol pemula tidak akan mengalami kesukaran untuk mengumpulkan yang berkondisi UNC.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 10 Rupiah Tahun 1968 Bergambar Jenderal Sudirman
Deskripsi / Informasi
Uang Kertas Bergambar Jenderala Sudirman Merupakan Uang Seri Sudirman Tahun 1968, dan uang seri lengkap terakhir yang diterbitkan oleh Bank Indonesia
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 100 rupiah 1984 bergamabar burung dara mahkota goura victoria
Deskripsi / Informasi
Uang Kertas 100 rupiah 1984 bergamabar burung dara mahkota goura victoria dengan tanda air garuda pancasila
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 100 Rupiah Tahun 1957 Bergambar Tupai
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar Tupai di bagian depan, terdiri tiga variasi nomor seri yaitu 1 huruf, 2 huruf dan 3 huruf. Uang kertas ini merupakan uang seri Hewan tahun 1957. Pecahan yang bergambar tupai ini merupakan pecahan yang paling mudah didapat dan berharga jual di bawah pecahan2 lainnya, pecahan ini mempunyai tiga variasi nomor seri yaitu satu huruf, dua huruf dan tiga huruf. Seperti yang lainnya pecahan variasi satu huruf lebih sulit didapatkan dibandingkan variasi2 lainnya. Harga UNC variasi dua huruf dan tiga huruf adalah sama yaitu berkisar antara Rp.500.000, sementara harga variasi satu huruf sekitar satu setengah sampai dua kalinya.Seperti pada pecahan 500 rupiah, semakin lama semakin suka runtuk mendapatkan jenis yang UNC sehingga harganya pun semakin membumbung tinggi. Di sebelah paling bawah bagian tengah, tepatnya di bawah orname hias, terdapat tulisan “perum percetakan uang RI IMP” yang menerangkan perusahaan pencetak uang. Nomor seri variasi tiga huruf dan enam angka, terletak di sisi tengah-atas dan kanan-bawah uang. Jika diperhatikan secara seksama pada fisik uang kertas ini maka kita bisa melihat bahwa gambar badak tersebut merupakan gambar badak jawa atau dikenal dengan nama badak bercula satu
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 100 Rupiah Tahun 1958 Bergamabar Menada Karet
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar Orang Menadah Karet, memiliki tanda air bergambar kepala banteng, hanya memiliki satu variasi dan merupakan uang seri Pekerja tahun 1958. Sekitar tahun 1958, pemerintah RI merilis uang kertas Bank Indonesia seri hewan dan selanjutnya Bank Indonesia kembali merilis uang uang rupiah kertas seri terbaru. Kali ini dengan tema pekerja tangan. Uang rupiah ini dicetak di percetakan kebajoran. Seri pekerja tahun 1958 ini merupakan seri yang termudah didapatkan, tidak banyak variasi, dan berharga tidak terlalu mahal semua pecahan mempunyai tanda air bergamabar kepala benteng dan hanya mempunyai satu variasi kecuali pecahan 5000 violet yang bertanda air garuda pancasila dengan dua variasi. 100 rupiah relative mudah di dapatkan, berharga tidak terlalu mahal hanya berkisar puluhan ribu rupiah saja. Seharusnya para kolektrol pemula tidak akan mengalami kesukaran untuk mengumpulkan yang berkondisi UNC. Gubernur BI Mr. Sjafruddin Prawira negara dan Direktur BI TRB Sabaroedin. Pada bagian utama uang, ada gambar gajah. Sedangkan bagian belakang bergambar nelayan.Tanda air atau watermark memuat gambar Pangeran Diponegoro
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
uang Kertas 100 Rupiah Tahun 1959 Bergambar Bunga Bangkai
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar bunga bangkai/Amorphophallus titanum merupakan uang Seri Bunga tahun 1959 yang dicetak oleh Thomas De La Rue (TDLR), terdiri dari 3 variasi nomor seri yaitu 1 huruf, 2 huruf dan 3 huruf. Seri bunga mempunyai corak yang sangat menarik dengan gambar berbagai bunga di bagian depan dan burung di bagian belakang. Uang ini mempunyai tanda air garuda pancasila ini sangat banyak memiliki variasi nomor seri. Seri bunga ini burung ini sangat digemari oleh para kolektor baik local maupun mancanegara karena bentuknya yang indah, warnanya yang bagus dan tingkat kesulitannya yang sangat bervariasi dari sangat mudah sampai sangat-sangat sukar. Pecahan ini juga masih relative mudah ditemukan, kecuali variasi satu hurufnya yang sulit didapat, apalagi yang berkondisi UNC.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 100 Rupiah Tahun 1968 Bergambar Jenderal Sudirman
Deskripsi / Informasi
Uang Kertas Bergambar Jenderala Sudirman Merupakan Uang Seri Sudirman Tahun 1968, dan uang seri lengkap terakhir yang diterbitkan oleh Bank Indonesia