Semua Informasi & Layanan
Jelajahi seluruh data, layanan, dan informasi publik yang terstruktur.
Prangko 10 Rp PELITA Tahun 1969
Prangko 10 Rp PELITA tahun 1969 "Prangko bergambar keluarga sedang bersantai. Seri Rencan...
Koin 10 Sen Tahun 1951 bergambar Garuda Pancasila
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat lambang nasional Indonesia Garuda Pa...
Foto Gerbang Kehormatan di Jembatan Talumolo 1927
"Erepoort op de Taloemolobrug te Gorontalo ter gelegenheid van de komst van gouverneur-gen...
Cetakan Kue Kolombengi
-
Foto Patung B.J Habibie
-
Prangko 200 Tahun Rp Tahun 1980
"Prangko bergambar kabel bawah laut Singapura-Indonesia. Warna biru dan putih. Diedarkan p...
Turunani
Judul: Naskah tidak mempunyai judul. Aksara: Latin. Bahasa: Dari halaman 1 sampai dengan...
Prangko 15 Rp PELITA Tahun 1969
Prangko 15 Rp PELITA tahun 1969 "Prangko bergambar kumparan (industri pakaian). Seri Renc...
Towohu
Secara umum organologi towohu memiliki satu muka. Sebagai alat musik perkusi kulit, rangk...
Prangko 75 Rp Tahun 1980
"Prangko bergambar angkatan bersenjata bersama rakyat. Diedarkan pada tanggal 5 Oktober 19...
Prangko 500 Rp 1986
Prangko bergambar petani menanam dan memanen padi. Warna biru, hijau, kuning dan putih. Se...
Uang Kertas 10 Rupiah Bergambar Bunga Teratai
Uang kertas bergambar bunga teratai dan sepasang burung Kakatua merupakan uang Seri Bunga...
Prangko 10 Rp PELITA Tahun 1969
Deskripsi / Informasi
Prangko 10 Rp PELITA tahun 1969 "Prangko bergambar keluarga sedang bersantai. Seri Rencana Pembangunan Lima Tahun. Diedarkan pada tanggal 27 September 1969. Prangko ini memuat : Tulisan nominal ""10,-"" Tulisan ""PELITA"" Tulisan ""REPUBLIK INDONESIA"""
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Koin 10 Sen Tahun 1951 bergambar Garuda Pancasila
Deskripsi / Informasi
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat lambang nasional Indonesia Garuda Pancasila dengan tulisan Arab BHINNEKA TUNGGAL IKA yang berarti “Indonesia, walau berbeda tetap satu”. Bagian belakang terdapat nilai mata uang dalam desain bergerigi bertuliskan INDONESIA 10 SEN 1951. Koleksi ini didapatkan dari masyarakat dengan cara ganti rugi pada tahun 2015, memiliki diameter 23,5 mm, ketebalan 2 mm, dan bobot 1,7 gr.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Foto Gerbang Kehormatan di Jembatan Talumolo 1927
Deskripsi / Informasi
"Erepoort op de Taloemolobrug te Gorontalo ter gelegenheid van de komst van gouverneur-generaal A.C.D. de Graeff", gerbang kehormatan di jembatan Talumolo pada saat kedatangan Gubernur Jenderal A.C.D. de Graeff tahun 1927. KITLV 11323. Dr. Andries Cornelies Dirk de Graeff adalah Gubernur Jenderal Hindi Belanda yang ke 60 pada tahun 1926-1931 (pada masa kekuasaan Belanda II 1816-1949). Pada tanggal 8 September 1927, terdapat berita dari koran "Nieusblad van het Noorden. No.211", Halaman 2, Kolom Gemengde Berichten (Pesan Campuran), yang secara garis besar memberitakan bahwa berdasarkan pesan telegram, Gubernur Jenderal bersama 10 orang lainnya akan melakukan perjalanan bisnis (mengunjungi) ke Makassar, Balikpapan, Donggala, Manado, Tarona, Gorontalo, Ternate, Bacan, Ambon, Banda, Tual, Kupang (Timor), Endeh (Flores) dan Bima. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar satu bulan. Selain itu terdapat pula informasi berita tentang perjalanan A.C.D de Graef ke Minahasa, Manado, Tomohon pada tanggal 20-23 September 1927 pada surat kabar "Twentsch Dagblad Tubantia en Enschedesche Courant. No.278" tertanggal 25 November 1927 yang menceritakan tentang, mulai dari persiapan penyambutan gubernur, penyambutan dilakukan secara besar-besaran dan meriah, serta kunjungan ke rumah-rumah ibadah, dan sekolah-sekolah. "Kedatangan de Graeff ke Gorontalo disambut dengan meriah oleh pembesar kerajaan Gorontalo, mulai dari irng-iringan penduduk dengan menggunakan kuda, hiasan-hiasan pada masjid Agung, pembuatan gerbang penyambutan di kampung Arab dan Cina. Setelah itu de Graeff mengadakan kunjungan ke daerah yang ada di sekitar Gorontalo. Sumber: - Koran bahasa belanda tertanggal 8 september 1927 Nieuwsblad van het Noordeen - Koran bahasa Belanda tertanggal 26 September 1927 Het Vadrland - Koran bahasa Belanda tertanggal 25 November 1927 Twentsch Dagblad Tubantia en Enschedesche"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 200 Tahun Rp Tahun 1980
Deskripsi / Informasi
"Prangko bergambar kabel bawah laut Singapura-Indonesia. Warna biru dan putih. Diedarkan pada tanggal 8 Agustus 1980. Prangko ini memuat : Tulisan ""SISTEM KOMUNIKASI KABEL LAUT JAKARTA - SINGAPURA"" Tulisan nominal ""200,-"" Tulisan tahun penerbitan Tulisan ""REPUBLIK INDONESIA"""
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Turunani
Deskripsi / Informasi
Judul: Naskah tidak mempunyai judul. Aksara: Latin. Bahasa: Dari halaman 1 sampai dengan 106 menggunakan aksara Latin dengan Bahasa campuran. Ukuran Tulisan: Panjang 9,5 cm x Lebar 7 cm Kondisi Tulisan: Pada beberapa bagian masih baik tapi pada umumnya kabur akibat lunturnya tinta dan sulit untuk dibaca. Tinta pada satu halaman merembes ke halaman lain sehingga mengaburkan tulisan. Isi naskah: tidak lengkap.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 15 Rp PELITA Tahun 1969
Deskripsi / Informasi
Prangko 15 Rp PELITA tahun 1969 "Prangko bergambar kumparan (industri pakaian). Seri Rencana Pembangunan Lima Tahun. Diedarkan pada tanggal 27 September 1969. Prangko ini memuat : Tulisan nominal ""15,-"" Tulisan ""PELITA"" Tulisan ""REPUBLIK INDONESIA"""
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Towohu
Deskripsi / Informasi
Secara umum organologi towohu memiliki satu muka. Sebagai alat musik perkusi kulit, rangka towohu membutuhkan semacam resonator untuk mewadahi bunyi yang dihasilkan dari selaput kulit yang dibunyikan. Resonator ini berbahan kayu, menurut para pengrajin dan pembuat towohu kayu yang digunakan adalah kayu enau. Sifat resonansi kayu merupakan turut bergetarnya kayu dengan adanya gelombang suara, karena kayu memiliki sifat elastis maka akan memperngaruhi kualitas suara yang dikeluarkan. Kayu yang telah kehilangan elastisitas jika dipukul menghasilkan suara yang kurang baik, sedangkan kayu yang sehat akan menghasilkan kualitas suara yang baik.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 75 Rp Tahun 1980
Deskripsi / Informasi
"Prangko bergambar angkatan bersenjata bersama rakyat. Diedarkan pada tanggal 5 Oktober 1980. Prangko ini memuat : Tulisan ""KEMANUNGGALAN ABRI - RAKYAT"" Tulisan nominal ""75,-"" Tulisan tahun penerbitan Tulisan ""REPUBLIK INDONESIA"""
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 500 Rp 1986
Deskripsi / Informasi
Prangko bergambar petani menanam dan memanen padi. Warna biru, hijau, kuning dan putih. Seri Rencana Pembangunan Lima Tahun. Diedarkan pada tanggal 1 April 1986. Prangko ini memuat : Tulisan "SWASEMBADA PANGAN" Tulisan nominal "500,-" Tulisan "PELITA IV" dan tahun penerbitan Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 10 Rupiah Bergambar Bunga Teratai
Deskripsi / Informasi
Uang kertas bergambar bunga teratai dan sepasang burung Kakatua merupakan uang Seri Bunga tahun 1959 yang dicetak oleh Thomas De La Rue (TDLR), terdiri dari 3 variasi nomor seri yaitu 1 huruf, 2 huruf dan 3 huruf. Seri bunga mempunyai corak yang sangat menarik dengan gambar berbagai bunga di bagian depan dan burung di bagian belakang. Uang ini mempunyai tanda air garuda pancasila ini sangat banyak memiliki variasi nomor seri. Seri bunga ini burung ini sangat digemari oleh para kolektor baik local maupun mancanegara karena bentuknya yang indah, warnanya yang bagus dan tingkat kesulitannya yang sangat bervariasi dari sangat mudah sampai sangat-sangat sukar. Bergambar bunga teratai dan sepasang burung kakak tua, sangat banyak ditemukan dan tidak ada kesulitan yang berarti dalam memperolehnya. Variasi tiga huruf UNC bernilai sama dengan pecahan 5 rupiah yaitu sektar 5 ribuan s/d 10 ribuan perlembarnya. Sedangkan variasi 1 huruf UNC sekitar 50-100 ribuan pelembar.