Semua Informasi & Layanan
Jelajahi seluruh data, layanan, dan informasi publik yang terstruktur.
Prangko 15 Rp PELITA Tahun 1969
Prangko 15 Rp PELITA tahun 1969 "Prangko bergambar kumparan (industri pakaian). Seri Renc...
Turunani
Judul: Naskah tidak mempunyai judul. Aksara: Latin. Bahasa: Dari halaman 1 sampai dengan...
Prangko 200 Tahun Rp Tahun 1980
"Prangko bergambar kabel bawah laut Singapura-Indonesia. Warna biru dan putih. Diedarkan p...
Foto Patung B.J Habibie
-
Teko Kuningan
-
Patung H.B. Jassin
Hans Bague Jassin (lahir di Gorontalo, 31 Juli 1917 – meninggal di Jakarta, 11 Maret 2000)...
Prangko 275 Rp 1984
Prangko bergambar telepon. Seri Rencana Pembangunan Lima Tahun. Warna oranye. Diedarkan pa...
LUKISAN "LAHILOTE"
Media kanvas ukuran 86 cm x 86 cm. Dihibahkan oleh Universitas Negeri Gorontalo tahun 2016...
Fosil Kayu
Fosil kayu (petrified wood) merupakan kayu yang membatu namun struktur kayunya tidak berub...
Peracik Obat
Keramik Eropa
Tadui-dui
Sejenis keris yang memiliki ujung melengkung meruncing tajam dengan bagian mata besi di ba...
Sepeda Onthel
Kata “Onthel” merupakan sebuah istilah dari bahasa Jawa yang berarti putar, kayuh, genjot....
Prangko 15 Rp PELITA Tahun 1969
Deskripsi / Informasi
Prangko 15 Rp PELITA tahun 1969 "Prangko bergambar kumparan (industri pakaian). Seri Rencana Pembangunan Lima Tahun. Diedarkan pada tanggal 27 September 1969. Prangko ini memuat : Tulisan nominal ""15,-"" Tulisan ""PELITA"" Tulisan ""REPUBLIK INDONESIA"""
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Turunani
Deskripsi / Informasi
Judul: Naskah tidak mempunyai judul. Aksara: Latin. Bahasa: Dari halaman 1 sampai dengan 106 menggunakan aksara Latin dengan Bahasa campuran. Ukuran Tulisan: Panjang 9,5 cm x Lebar 7 cm Kondisi Tulisan: Pada beberapa bagian masih baik tapi pada umumnya kabur akibat lunturnya tinta dan sulit untuk dibaca. Tinta pada satu halaman merembes ke halaman lain sehingga mengaburkan tulisan. Isi naskah: tidak lengkap.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 200 Tahun Rp Tahun 1980
Deskripsi / Informasi
"Prangko bergambar kabel bawah laut Singapura-Indonesia. Warna biru dan putih. Diedarkan pada tanggal 8 Agustus 1980. Prangko ini memuat : Tulisan ""SISTEM KOMUNIKASI KABEL LAUT JAKARTA - SINGAPURA"" Tulisan nominal ""200,-"" Tulisan tahun penerbitan Tulisan ""REPUBLIK INDONESIA"""
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Patung H.B. Jassin
Deskripsi / Informasi
Hans Bague Jassin (lahir di Gorontalo, 31 Juli 1917 – meninggal di Jakarta, 11 Maret 2000) adalah seorang pengarang, penyunting dan kritikus sastra. Tulisan-tulisannya digunakan sebagai sumber referensi bagi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kalangan sekolah dan perguruan tinggi. Karena kiprahnya di bidang kritik dan dokumentasi sastra, beliau dijuluki “Paus Sastra Indonesia”.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 275 Rp 1984
Deskripsi / Informasi
Prangko bergambar telepon. Seri Rencana Pembangunan Lima Tahun. Warna oranye. Diedarkan pada tanggal 1 April 1984. Prangko ini memuat: Tulisan "INTI.III PELITA IV INDUSTRI TELEKOMUNIKASI" Tulisan nominal "275,-" Tulisan tahun penerbitan Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
LUKISAN "LAHILOTE"
Deskripsi / Informasi
Media kanvas ukuran 86 cm x 86 cm. Dihibahkan oleh Universitas Negeri Gorontalo tahun 2016.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Fosil Kayu
Deskripsi / Informasi
Fosil kayu (petrified wood) merupakan kayu yang membatu namun struktur kayunya tidak berubah. Fosil kayu terbentuk akibat dari pergantian bahan organik pada kayu dengan mineral silika. Proses pembentukan fosil kayu ini dimulai dari masuknya air yang mengandung mineral ke dalam sel-sel kayu melapisi lignin dan selulosa yang membusuk sehingga menjadi batu. Proses terbentuknya fosil kayu mirip dengan terbentuknya fosil materi lain, yaitu karena permineralisasi secara kimiawi dan fisika melalui proses yang sangat panjang (Andianto et al., 2012). Berdasarkan hasil pengamatan, fosil kayu memiliki karakteristik berwarna hitam, terdapat mineral kuarsa berwarna putih yang berbentuk seperti vein yang mengisi struktur kayu. Fosil kayu digunakan untuk gemstone dan terutama di bidang pendidikan.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Tadui-dui
Deskripsi / Informasi
Sejenis keris yang memiliki ujung melengkung meruncing tajam dengan bagian mata besi di bagian perut agak cembung dan tajam. Pandungo berukuran ± 8 cm dengan ukiran kepala ayam jantan sedang berkokok yang bermakna senjata ini membawa keberuntungan jika dibawa berperang dan pasti selalu menang. Pasangan senjata adalah sarung (Ta’upo) dari kayu hitam berukir bagian muka Payungo yang bermakna keperkasaan. Kesaktian yang dimiliki senjata ini yaitu sewaktu-waktu dapat berbunyi seperti ayam berkokok dan jika dibawa untuk undian, judi, berdagang pasti untung. Pantangannya yaitu tidak boleh dikeluarkan/dibawa berperang jika terdengar ada ayam berkokok dan tidak boleh disentuh oleh wanita.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Sepeda Onthel
Deskripsi / Informasi
Kata “Onthel” merupakan sebuah istilah dari bahasa Jawa yang berarti putar, kayuh, genjot. Onthel pada awalnya digunakan untuk menyebut semua benda yang bergerak memutar. Namun, sebutan Onthel bagi orang Jawa sangat diidentikkan dengan sebuah alat transportasi sepeda tua, yang mana digerakkan oleh tenaga manusia dengan cara mengayuh. Setelah sepeda tersebut dikayuh, maka rodanya akan berputar. Kecepatan laju sepeda tergantung pada kecepatan kaki dari pengendaranya (Saimima, Sugianto, Anam dan Wiratman, 2015: 21 dalam Rahayu, 2020: 27). Sepeda onthel terdiri dari komponen utama dan komponen penunjang. Komponen utama berfungsi untuk menopang atau tumpuan, sedangkan komponen penunjang ialah pelengkap. Komponen penunjang termasuk di dalamnya ialah aksesoris sepeda onthel. Komponen sepeda tersebut umumnya terbuat dari bahan besi atau aluminium. Terdapat beberapa komponen lain yang tidak terbuat dari besi ialah ban serta pelana.