Semua Informasi & Layanan
Jelajahi seluruh data, layanan, dan informasi publik yang terstruktur.
Prangko 350 Rp tahun 1985
Prangko bergambar produksi semen. Warna hijau dan coklat. Diedarkan pada tanggal 1 April 1...
Foto Jalan Alun-alun Kota Gorontalo 1927
"""Versierde weg langs de aloen-aloen te Gorontalo ter gelegenheid van de komst van gouver...
Silika dengan masa dasar kuarsa bercampur dengan mineral sulfida teroksidasi dengan tekstur berlapis
Batuan Silika yang ada di daerah Gorontalo merupakan batuan teralterasi kuat yang mendomin...
Foto Hotel Veldberg 1910
"Hotel Veldberg te Gorontalo, Noord-Celebes", hotel Veldberg di Gorontalo sekitar 01 April...
Prangko 350 Rp tahun 1989
Prangko menampilkan visual tengkorak manusia purba Homo Erectus Ngandong 7. Prangko bertem...
500 Rupiah Tahun 1991
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar keluarga ideal berpegangan tan...
Foto Pangeran Van Gorontalo 1870
"Prins" uit Gorontalo, pangeran Gorontalo sekitar tahun 1870. Diduga bernama Rais Monoarfa...
Foto Acara Khitanan di Gorontalo, 1910
"Besnijdenis te Gorontalo", khitanan/pembeatan di Gorontalo. KITLV 7420. Perjalanan adat...
Bituo
Senjata bitu’o atau sejenis dengan keris pusaka mata besi berbentuk panjang berliku-liku...
GARPU MAKAN
GARPU MAKAN
Prangko 75 Rp Bergambar Keluarga Berencana tahun 1972
Prangko 75 Rp Bergambar Keluarga Berencana tahun 1972 "Prangko bergambar Ayah, Ibu dan 2...
Radio Transistor Toshiba Model 9L - 790 R
Koleksi Radio Transistor Toshiba Model 9L - 790 R merupakan alat penerima siaran atau tune...
Prangko 350 Rp tahun 1985
Deskripsi / Informasi
Prangko bergambar produksi semen. Warna hijau dan coklat. Diedarkan pada tanggal 1 April 1985. Prangko ini memuat : Tulisan "PENINGKATAN PRODUKSI SEMEN" Tulisan nominal "350,-" Tulisan "PELITA IV" dan tahun penerbitan Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Foto Jalan Alun-alun Kota Gorontalo 1927
Deskripsi / Informasi
"""Versierde weg langs de aloen-aloen te Gorontalo ter gelegenheid van de komst van gouverneur-generaal A.C.D. de Graeff"", jalan yang didekorasi di sepanjang aloen-aloen di kota Gorontalo pada saat penyambutan kedatangan Gubernur Jenderal A.C.D. de Graeff tahun 1927. KITLV 11328. (sekarang Taruna remaja). Alun-alun ini merupakan saksi sejarah penaikan Bendera Merah Putih dan pembacaan pidato kemerdekaan yang dibacakan oleh Nani Wartabone (Mursalat Kulap, dkk. 2017). Jika diidentifikasi dari fakta sejarah di atas, alun-alun Gorontalo (sekarang Taruna Remaja) telah mempertegas memori kolektif masyarakat Gorontalo terkait perjuangan dan pembebasan rakyat dari penjajahan Belanda. Saat ini alun-alun Gorontalo telah berubah menjadi Lapangan Taruna Remaja yang banyak dipadati masyarakat Gorontalo dengan berbagai aktivitas. Sumber: - Mursalat Kulap, dkk. 2017. Nani Wartabone dalam Pergerakan Nasional di Gorontalo, Sukoharjo : OASE Pustaka. "
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Silika dengan masa dasar kuarsa bercampur dengan mineral sulfida teroksidasi dengan tekstur berlapis
Deskripsi / Informasi
Batuan Silika yang ada di daerah Gorontalo merupakan batuan teralterasi kuat yang mendominasi pada bagian masa dasar adalah mineral kuarsa yang sudah tercampur dengan mineral sulfida teroksidasi dengan tekstur berlapis dikarenakan proses hidrothermal, diinterpretasi bahwa batuan tersebut berada pada vein batuan karena batuan tersebut memiliki batas mineral kuarsa dengan batuan samping.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Foto Hotel Veldberg 1910
Deskripsi / Informasi
"Hotel Veldberg te Gorontalo, Noord-Celebes", hotel Veldberg di Gorontalo sekitar 01 April 1910. Koleksi foto milik J.H.E. Van der Wal/Den Haag. KITLV 31040. Hotel Melati terletak di Jalan Wolter Monginsidi No. 05, Kelurahan Tenda RT VII/RW III, Kecamatan Kota Selatan. Sejak awal bangunan ini berfungsi sebagai penginapan, nama awalnya Hotel Velberg, kemudian sejak tahun 1960-an berubah nama menjadi Hotel Melati. Hotel Melati pertama kali dibangun pada tahun 1900 oleh Hendrik Vellberg seorang syahbandar pelabuhan Gorontalo pada masa itu. Hotel Melati adalah hotel pertama yang dibangun pada zaman Belanda di Gorontalo. Hotel ini dulunya lebih banyak digunakan oleh pelaut-pelaut yang kapalnya sedang singgah di pelabuhan Gorontalo (Inventarisasi Cagar Budaya 2010). "Bentuk bangunan ini merupakan perpanduan antara arsitektur kolonial dan arsitektur Sulawesi utara yang dibuat dari bahan kayu hitam. Lantai bagian terbuat dari campuran semen warna hitam, dinding dari kayu berwarna krem, jendela berbentuk panil dan menggunakan jendela dobel, jendela bagian dalam terbuat dari kaca,diatas jendela terdapat lubang angin, pintu panil dan bagian dalam dilapisi pintu kaca, plafon dari bahan papan, Atap bangunan berbentuk pelana dengan bahan seng, bagian depan terdapat teras yang ditopang dengan tiang dari kayu berjumlah 5 (lima) tiang. Hotel melati mempunyai kamar berjumlah 6 (enam) buah,3 (tiga) terletak disebelah kiri dan 3 (tiga) disebelah kanan.Bagian belakang bangunan berfungsi sebagai ruang makan dan dapur. Luas keseluruhan bangunan adalah 106, 4 m2 (Inventarisasi Cagar Budaya 2010). Sumber: - Inventarisasi Cagar Budaya 2010 "
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 350 Rp tahun 1989
Deskripsi / Informasi
Prangko menampilkan visual tengkorak manusia purba Homo Erectus Ngandong 7. Prangko bertema “100 Tahun Paleoantropologi Indonesia” yang dibuat dalam rangka memperingati genap satu abad Ilmu Manusia Purba Indonesia. Diedarkan pada tanggal 31 Agustus 1989. Prangko ini memuat : Tulisan "100 TAHUN PALEOANTROPOLOGI INDONESIA 1889-1989" Tulisan nominal "350,-" Tulisan "Ngandong 7 Homo erectus" dan tahun penerbitan Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
500 Rupiah Tahun 1991
Deskripsi / Informasi
Bahan aluminium, bentuk bulat. Bagian depan terdapat gambar keluarga ideal berpegangan tangan di bagian tengah di dalam rangkaian padi dan kapas dengan tulisan “KELUARGA BERENCANA MENUJU KESEJAHTERAAN RAKYAT” yang berarti rencana keluarga menuju kesejahteraan rakyat.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Foto Pangeran Van Gorontalo 1870
Deskripsi / Informasi
"Prins" uit Gorontalo, pangeran Gorontalo sekitar tahun 1870. Diduga bernama Rais Monoarfa. Dipotret oleh Woodbury & Page/Jawa. KITLV 155841.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Foto Acara Khitanan di Gorontalo, 1910
Deskripsi / Informasi
"Besnijdenis te Gorontalo", khitanan/pembeatan di Gorontalo. KITLV 7420. Perjalanan adat mome’ati di Gorontalo pada hakikatnya memiliki sejarah panjang hingga menjadi sebuat adat yang sudah paten. Hal ini tentunya mempunya landasan dasar sehingga adat ini masih tetap dipertahankan. Adapun dasar adat mome’ati (membaiat) adalah suatu keharusan syariat Islam yang merupakan perjanjian/ikrar dengan inti pengucapan kalimat syahadat, melaksanakan rukun Islam dan rukun iman secara utuh, sebagai seorang muslim mulai dari timbul kedewasaan (haid) (Muhiddin Bakry, 2016: 188). Adat mome’ati diikuti oleh beberapa urutan rangkaian ritual yang dimulai dari pemakaian leksem yang kental dengan adat yaitu, hulanthe, momuguto, momontho, wolimo- mo, mopogiho’o no pingga pitu, setengah bili’u, dan mome’ati. Pada pembacaan ikrar dan nasehat (mome’ati) terdapat nilai-nilai estetika; keindahan, keharuman, keserasian, kesehatan, kemulusan, kelembutan, kesejukan, kebahagiaan, kesejahteraan, Kebersihan, keceriaan, kemuliaan, dan kenikmatan. Lebih lanjut, terdapat 46 kesatuan leksikon pada benda-benda adat dalam ritual mome’ati meliputi 35 pemunculan nilai estetika, 28 nilai etika, 16 nilai religi, 15 nilai sosial, dan masing-masing 6 nilai budaya dan nilai didik.5 Ritual adat mome’ati yang sampai saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat Gorontalo, khususnya masyarakat kota Gorontalo adalah merupakan ekspresi spiritual. "Hal ini karena, makna religiusitas adalah sebuah ekspresi spiritual seseorang yang berkaitan dengan sistem keyakinan, nilai, hukum yang berlaku dan ritual. Ungkapan lain, religiusitas yaitu sikap keberagamaan yang berarti adanya unsur internalisasi agama ke dalam diri seseorang. Selain itu, pendapat lain mengatakan bahwa religiusitas merupakan sebuah proses untuk mencari sebuah jalan kebenaran yang berhubungan dengan sesuatu yang sakral. Oleh karena itu, berangkat dari permasalahan di atas, maka dalam penelitian ini akan mengkaji tentang fenomena studi keberagamaan Islam Nusantara terhadap aspek-aspek religiusitas adat mome’ati pada masyarakat kota Gorontalo dan bagaimana pandangan ajaran Islam terhadap adat momeati pada masyarakat kota Gorontalo yang sampai saat ini masih dipertahankan (Muhiddin Bakry, 2016: 187). Sumber: - Muhiddin Bakry. Nilai-Nilai Religiusitas Adat Mo Me’ati Pada Masyarakat Kota Gorontalo (Replika Islam Nusantara), dalam Jurnal A Al-Ulum Volume 16 Number 1 June 2016, hlm 185-207. "
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Bituo
Deskripsi / Informasi
Senjata bitu’o atau sejenis dengan keris pusaka mata besi berbentuk panjang berliku-liku (pitu lo letu= 7 liku-liku) dan dua sisi ujungnya sangat tajam. Pangkalnya lebih lebar . Pandungo di ukir berbentuk kepala ayam ( berbalung ) yang bermakna keberanian ayam jantan yang selalu ingin menang ( mematikan lawan. Pasangan buti’o adalah sarung kayu hitam yang dililit kain pita merah yang bermakna semangat pemberani.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 75 Rp Bergambar Keluarga Berencana tahun 1972
Deskripsi / Informasi
Prangko 75 Rp Bergambar Keluarga Berencana tahun 1972 "Prangko bergambar Ayah, Ibu dan 2 anak (Keluarga Berencana). Warna merah muda dan kuning. Diedarkan pada tanggal 27 September 1972. Prangko ini memuat : Tulisan ""KELUARGA BERENCANA"" Tulisan nominal ""75,-"" Gambar Keluarga Berencana (Ayah, Ibu dan 2 anak) Tulisan Tahun Penerbitan Tulisan ""REPUBLIK INDONESIA"""
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Radio Transistor Toshiba Model 9L - 790 R
Deskripsi / Informasi
Koleksi Radio Transistor Toshiba Model 9L - 790 R merupakan alat penerima siaran atau tuner MW (Medium Wave) yang diproduksi oleh Toshiba Corporation; Tokyo (Jepang) pada tahun 1966, dengan spesifikasi sebagai berikut; – Jumlah Transistor: 9 – Jenis daya dan tegangan: Baterai Kering / 6 x 1,5 Volt – Pengeras suara: Permanen Magnet Dynamic (PDyn) Loudspeaker (koil bergerak) – Bahan: Kulit / kanvas / plastik – Model: 9 Transistor MW/SW 4 Band 9L-790R – Dimensi (WHD): 320 x 230 x 120 mm / 12,6 x 9,1 x 4,7 inci – Berat bersih 0,7 kg Catatan panel kontrol: MW, SW1, SW2, SW3, tuning meter, fine tuning knob, bass & treble dengan tombol terpisah. Rentang frekuensi: MW: 520-1600 kHz; SW1: 1,6-4 MHz ; SW2:4-10 MHz ; SW3: 10-22 MHz