Semua Informasi & Layanan
Jelajahi seluruh data, layanan, dan informasi publik yang terstruktur.
Prangko 90 Rp Sensun Penduduk tahun 1990
Prangko bergambar Bung Cacah (ikon sensus penduduk). Warna kuning kehijauan (zamrud) denga...
Uang Kertas 25 Rupiah Tahun 1958 Bergambar Orang Menenun
Uang Kertas bergambar orang sedang Menenun memiliki tanda air bergamabar kepala banteng. h...
Kowi/wadah pelebur
Keramik Eropa dikenal sebagai wadah pelebur logam
Stand Kamera Manual
Koleksi stand camera sebagai tripod digunakan studio foto Sie San sebagai alat penyangga a...
Prangko 100 Rp PELITA Tahun 1979
"Prangko bergambar masyarakat mengunjungi Puskesmas dan SD. Warna biru dan abu-abu. Seri R...
Sumala
Sejenis pedang panjang dengan mata besi berbentuk panjang lurus, ujungnya agak lebar dari...
Prangko 300 Rp tahun 1986
Prangko bergambar tanaman tebu dan gula. Warna hijau tua dan coklat. Diedarkan pada tangga...
Timbangan manual
Koleksi teknologi timbangan manual milik Bapak Engelbert Turangan (Ko’ Abe). Termasuk kate...
Foto Benteng Nasau
Benteng Nassau dibangun oleh VOC pada Tahun 1700an. Lokasi pembangunan benteng sebelumnya...
Topi
Topi keranjang terbuat dari anyaman Pohon Mintu (sejenis rotan) yang tumbuh liar dan lebat...
Sendok Makan Kuningan
-
Replika Kerangka Manusia Oluhuta
Berdasarkan pendugaan periode hidupnya yang tergolong zaman Holosen dan terbilang masih sa...
Prangko 90 Rp Sensun Penduduk tahun 1990
Deskripsi / Informasi
Prangko bergambar Bung Cacah (ikon sensus penduduk). Warna kuning kehijauan (zamrud) dengan pinggiran putih. Diedarkan pada tanggal 1 Juli 1990. Prangko ini memuat : Tulisan "Sambutlah Bung Cacah dengan senang hati" Tulisan nominal 90,-" Tulisan Tahun Penerbitan Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Uang Kertas 25 Rupiah Tahun 1958 Bergambar Orang Menenun
Deskripsi / Informasi
Uang Kertas bergambar orang sedang Menenun memiliki tanda air bergamabar kepala banteng. hanya memilik satu variasi dan merupakan uang seri pekerja Tahun 1958
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Kowi/wadah pelebur
Deskripsi / Informasi
Keramik Eropa dikenal sebagai wadah pelebur logam
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Stand Kamera Manual
Deskripsi / Informasi
Koleksi stand camera sebagai tripod digunakan studio foto Sie San sebagai alat penyangga atau dudukan kamera Linhof super technika IV. Model tripod, seperti model pada merek compur, zeis Icon, kodak, dan model sejenisnya (est sekitar tahun 18-20an). Di lihat model keseluruhan dan lekukan pahatan pada Stand camera dibuat oleh industri pengrajin kayu Eropa sebagai pembanding gambar foto Benjamin Lochman dengan kameranya. Kaki Stand camera bisa dinaikturunkan dan lensa bisa disetel atas bawah.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 100 Rp PELITA Tahun 1979
Deskripsi / Informasi
"Prangko bergambar masyarakat mengunjungi Puskesmas dan SD. Warna biru dan abu-abu. Seri Rencana Pembangunan Lima Tahun. Diedarkan pada tanggal 1 April 1979. Prangko ini memuat : Tulisan ""PEMERATAAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN"" Tulisan nominal ""100,-"" Tulisan ""PELITA"" dan tahun penerbitan Tulisan ""REPUBLIK INDONESIA"""
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Sumala
Deskripsi / Informasi
Sejenis pedang panjang dengan mata besi berbentuk panjang lurus, ujungnya agak lebar dari pangkalnya dan tajam pada satu sisi saja. Pandungo terbuat dari kayu hitam berukiran mulut buaya. Makna ukiran tersebut adalah pemegang Sumala buas seperti buaya. Sumala menggunakan pasangan sarung dari kayu hitam berukiran cakar-cakar kaki (kuku kaki) buaya yang bermakna Sumala tidak boleh dipegang oleh sembarangan orang, karena cakar kaki buaya tidak setiap saat digunakan untuk berjalan atau menggali liang telurnya. Ujung bawah sarung berbentuk seperti segi empat tidak berukir yang bermakna bahwa 4 penjuru mata angin (utara, selatan, timur, barat) akan menjadi aman jika semua orang berlindung di bawah kekuasaan Sumala. Kesaktiannya yang dimiliki oleh Sumala yaitu ketika digunakan untuk menyerang lawan, jika diacungkan menebas, kena atau tidak kena pasti lawannya mati. Senjata ini jika tidak diramu dengan kemenyan (dupa bakar) atau totabu dan alama dibakar pada bara (api) tempurung di atas Polutube setiap malam Jum’at maka ketajaman besinya akan berkurang sehingga tidak mampu menyerang musuh. Sumala memiliki beberapa pantangan, yaitu tidak boleh disimpan di sembarang tempat, tidak boleh dipegang sembarangan, tidak boleh diasah selain pada bulan purnama (bulan 15 hari di langit) dan tidak boleh disentuh/dipegang oleh wanita).
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Prangko 300 Rp tahun 1986
Deskripsi / Informasi
Prangko bergambar tanaman tebu dan gula. Warna hijau tua dan coklat. Diedarkan pada tanggal 25 Agustus 1986. Prangko ini memuat : Tulisan "INTERNATIONAL SOCIETY OF SUGAR CANE TECHNOLOGISTS XIX CONGRESS, 1986 JAKARTA" Tulisan nominal "300,-" Tulisan "REPUBLIK INDONESIA"
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Timbangan manual
Deskripsi / Informasi
Koleksi teknologi timbangan manual milik Bapak Engelbert Turangan (Ko’ Abe). Termasuk kategori timbangan manual yang menggunakan prinsip mekanik pegas/per agar dapat berfungsi dan menggunakan jarum sebagai penunjuk angka.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Foto Benteng Nasau
Deskripsi / Informasi
Benteng Nassau dibangun oleh VOC pada Tahun 1700an. Lokasi pembangunan benteng sebelumnya merupakan lokasi benteng Ota Huta yang dibangunpada masa pemerintahan Sultan Botutihe. Lokasi benteng sangat strategis. karena berada di dekat muara sungai Bolango yang menjadi pintu masuk kapal-kapal asing ke gorontalo. Benteng Nassau berbentuk persegi dengan dua bastion ( utara dan selatan ) 2 pintu ( utara dan selatan ), dan terdapat beberapabangunan permanen di dalamnya ( rumah residen,gudang ,gereja,penjara,kandang kuda,dan pos jaga)masing-masing bastion terdapat 10 meriam untuk menghalau serangan musuh. Bangunan perumahan prajurit terletak di sekitar benteng, Berdasarkan data sejarah, Benteng Nasssau mengalami kerusakan pada akhir tahun 1800, sehingga di bangun benteng baru di lokasi yang sama. Bangunan benteng baru berbentuk segi empat, Lebih luas dengan empat bastion di tiap sudutnya, dan diberi nama Nieuw Nassau . Bastion tenggara merupakan salah bastion terbesar dan gterdapat sebuah bangunan di dalamnya. Didalam bangunan benteng terdapat beberapa bangunan permanen, seperti gedung,gudang penjara,asrama prajurit,gudang bunker, dan pos jaga, lokasi tersebjut pada Tahun 1940an dikenal sebagai kantor polisi (veldpolitie) yang bertanggung jawab terhadap keamanan Gorontalo dan asrama (tangsi) sehingga masyarakat mengenal kawasan benteng dengan nama tangsi, Bangunan benteng mangalami kerusakan akibat bencana alam (banjir dan gempa)
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Topi
Deskripsi / Informasi
Topi keranjang terbuat dari anyaman Pohon Mintu (sejenis rotan) yang tumbuh liar dan lebat di dalam hutan, terhampar luas di semenanjung Gorontalo. Topi ini memiliki sirkulasi udara yang sangat baik tidak membuat pemakainya gerah sehingga sangat nyaman digunakan dalam beraktifitas sehari-hari.
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Rincian Atribut
jenis_koleksi
sejarah
keaslian
bahan
keutuhan
bentuk
kondisi
warna
Replika Kerangka Manusia Oluhuta
Deskripsi / Informasi
Berdasarkan pendugaan periode hidupnya yang tergolong zaman Holosen dan terbilang masih sangat muda (sekitar 800 tahun yang lalu), manusia Oluhuta tidak dapat dikategorikan sebagai spesies manusia purba atau manusia prasejarah seperti Homo erectus atau Homo floresiensis yang lebih dulu ditemukan di wilayah Indonesia, melainkan tergolong dalam spesies Homo sapiens modern. Hal ini juga didukung oleh data perbandingan bentuk tengkorak manusia Oluhuta dengan tengkorak dari beberapa spesies manusia dari Genus Homo di Indonesia (Rudin & Jati, 2021; Sutikna et al., 2016; Widianto & Noerwidi, 2023). Tengkorak manusia Oluhuta (Rangka IX) memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan Homo sapiens sapiens (manusia modern), terutama dari bentuk tengkorak yang membulat, dahi tinggi, wajah relatif kecil, dan tulang hidung yang menonjol. Struktur & bentuk tulang pada sisa kerangka dapat memberikan informasi mengenai penyakit, kelainan tulang, atau tanda trauma pada seseorang semasa hidupnya atau menjelang kematiannya. Berdasarkan hasil identifikasi morfoskopik tampak bahwa Rangka IX mengalami kelainan tulang belakang skoliosis (bentuk S). Mengingat kondisi penemuan Rangka IX saat ekskavasi berada dalam posisi normal dan baik (mendatar di tanah), maka dapat dipastikan bahwa kondisi skoliosis pada Rangka IX bukan disebabkan perubahan pascakematian (postmortem), melainkan kondisi tulang belakang semasa hidupnya. Replika kerangka memiliki ukuran panjang 170cm; lebar dada 38cm; panjang tulang lengan 30cm; panjang tulang paha 39cm, dan panjang tulang kaki 36cm. dengan orientasi atau arah hadap Timur-Barat artinya posisi kepala di bagian Barat dan posisi kaki di bagian Timur dengan posisi kepala menghadap ke gunung. Kerangka manusia ditemukan pada kegiatan ekskavasi dengan kedalaman ± 105cm. Selain kerangka manusia juga ditemukan bekal kubur. Kerangka asli manusia Oluhuta ditemukan di Desa Oluhuta, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.